Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
508


Kita bisa bilang kalau uang merupakan sebuah alat tukar untuk memenuhi kebutuhan kita. Karenanya, uang bersifat netral. Tidak semua orang setuju dengan hal ini, karena uang juga bisa dibilang sebagai ketakutan dari seseorang dan berpotensi membuat kita menjadi stres.

Karena uang sudah menjadi konsumsi kita sehari-hari, tanpa sadar kita juga menganggap kalau uang merupakan bagian dari diri kita. Dibawah ini merupakan tanda kalau hubungan kita juga dapat mempengaruhi pengeluaran keuangan yang tidak sehat.

1. Kita menghabiskan banyak uang ketika merasa marah, sedih, senang, atau perasaan lainnya

Perilaku impulsif saat belanja adalah salah satunya. Pernahkah kita pergi berbelanja karena perasaan hati sedang sakit hati terhadap seseorang? Kita memang bisa menghabiskan uang untuk berbelanja kapanpun, tetapi kalau perasaan sudah mempengaruhi kita dalam menghabiskan uang, maka kita tidak berada dalam hubungan yang baik dengan uang. Daripada menghabiskan uang untuk sesuatu yang belum tentu kita butuhkan, lebih baik kita mengundang teman untuk datang ke rumah ketika sedang mengalami masa yang sulit.

2. Menutupi setiap pengeluaran dari pasangan kita

Ada banyak pernikahan yang gagal karena masalah keuangan dalam keluarga mereka. Dilansir dari Huffington Post, menutupi pengeluaran dari seseorang bisa disebut sebagai tindakan selingkuh keuangan.

Jika kita terus menerus berusaha untuk menutupi pengeluaran dari pasangan, maka ini merupakan pertanda kalau kita menyadari bahwa kebiasaan pengeluaran kita memang buruk. Mungkin awalnya tidak terasa karena jumlahnya kecil, tapi seperti efek bola salju, semakin lama akan semakin besar dan serius. Kita harus bekerja sama dalam hal keuangan dengan pasangan. Hal ini bisa dimulai dari saling sharing perkara financial goals, rencana jalan-jalan, atau merencanakan membeli sesuatu.

Baca juga: Lynn Tilton Dan 6 Hal Yang Perlu Kita Adopsi Dari Wanita Yang Kekayaannya 1M Dollar Ini

3.  Gejala FOMO

FOMO merupakan singkatan dari 'fear of missing out.' Keadaan ini biasanya dimulai dari keinginan untuk bisa diterima oleh orang lain. Keadaan ini bisa menjadi masalah bagi kondisi keuangan kita, terutama jika kita terlalu malu untuk mengakui kondisi keuangan kita yang tidak sehat.

Kalau kita mengalami masalah ini, cobalah untuk menempatkan kebiasaan menabung sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Kitalah yang seharusnya bisa mengontrol situasi, bukan membiarkan uang yang mengontrol kita.

Sebagian orang menggunakan uang untuk meningkatkan semangat mereka, namun bagi beberapa orang lain, uang dapat menjadi sumber masalah. Padahal sebagai orang percaya, firman Tuhan dalam Ibrani 13:5 tertulis, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Sumber : huffington/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

rina ashari 15 February 2019 - 04:48:52

makanan yang baik untuk ibu hamil usis di atas 40 .. more..

0 Answer

Ria Lukita 14 February 2019 - 20:53:48

Pelecehan

0 Answer

Margareth 12 February 2019 - 20:29:50

Sudah bertahun tahun saya tidak pernah berdoa, say.. more..

0 Answer


Abigail Eleanor 11 February 2019 - 18:23:08
Tolong doakan saya lg mencari kerja..usia saya 35t... more..

A 8 February 2019 - 17:48:57
Tes

Viona 7 February 2019 - 10:54:05
Saya mohon dukungan dalam doa untuk pasangan hidup... more..

Rio Hascaryo 7 February 2019 - 08:48:26
Thanks buat kemarin, saya dapat melalui hari denga... more..

Banner Mitra Week 3


7234

advertise with us