Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
1957


Ada seorang anak yang sedang asyik bermain dengan kapal kertas di pinggiran danau. Tiba-tiba, ada angin cukup kencang yang kemudian mendorong kapal kertas sehingga menjauh dari tepian. Kapal tersebut cukup jauh untuk diraih oleh tangan kecilnya. Hal ini membuatnya menangis dan menghampiri sang ayah yang sedang menikmati bacaan korannya.

Setelah mendengar penjelasan sang anak, ayahnya langsung pergi ke pinggir danau dan mulai mengumpulkan batu-batu kecil. Setelah terkumpul cukup banyak, sang ayah mulai melempari batu-batu itu ke danau di dekat kapal kertas berada.

Mengetahui hal ini, anak kecil itu justru semakin menangis. Menurutnya, sang ayah malah melempari kapal-kapal tersebut menggunakan batu kecil. Anak kecil tersebut berpikir mengapa ayahnya tidak turun ke danau untuk mengambilkan kapal kertas, justru malah melemparinya dengan batu kecil yang mungkin saja membuat kapal tersebut tenggelam. Sang anak tidak tahu kalau apa yang dilakukan oleh ayahnya adalah untuk menciptakan gelobang air sehingga kapal tersebut bisa terdorong ke tepian.

Tanpa kita sadari, kita juga pernah berada pada posisi anak tersebut. Kita meminta pertolongan pada Bapa, tetapi seakan mendikte dan memberi tahu cara bagaimana seharusnya Ia menolong kita. Seringkali juga kita percaya bahwa Tuhan sanggup menolong, tetapi kita masih merasa bahwa cara kita adalah yang terbaik untuk keluar dari pergumulan tersebut.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Musa. Ketika ia berada di Masa dan Meriba, bangsa Israel mulai bertengkar dengan Musa, kemudian mereka bersungut-sungut kepada Tuhan dan Musa perkara air minum. Kemudian Musa dan Harun pergi memisahkan diri dan menghadap Tuhan.

Baca juga: Berani Bayar Harga Dalam Melayani, Pendeta ini Rela Mengasingkan Diri Di Gunung 3 Tahun

Disini, Tuhan menampakkan kemuliaannya dan berkata, "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya;" (Bilangan 20:8a).

Tetapi Musa tidak melakukan perintah Tuhan tersebut. Ia justru memukul batu tersebut selama dua kali. Pada ayat selanjutnya, Alkitab mencatat kekecewaan Tuhan kepada Musa. Akibatnya, Musa tidak dapat membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan.

Dari sini kita bisa belajar kalau apa yang baik di mata kita, belum tentu itu baik bagi Tuhan. Tetapi cara yang menurut Tuhan baik, sudah pasti baik bagi kita. Tuhan adalah pribadi yang penuh kasih dan kebijaksanaan. Dia tahu dengan jelas bagaimana karyaNya akan terjadi dalam kehidupan kita.Semua itu harus terjadi sesuai dengan jalan dan cara Tuhan, bukan kita.

Alkitab banyak sekali menjelaskan mengenai bagaimana menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika kita melakukan hal tersebut dengan rendah hati dan percaya, kenapa kita masih saja mendikte Tuhan? Untuk berjalan bersama Tuhan, kita harus berjalan sesuai dengan caraNya dengan bersikap taat.  

Sumber : berbagai sumber/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

iqbal rahmat 19 November 2018 - 21:26:59

The underlined word refers to

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:51:28

siapakah diri kita

0 Answer

john barnes 19 November 2018 - 09:48:05

kebaikan Tuhan

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7221

advertise with us