Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login
Seperti Tangisan Bayi, Berserulah Memanggil Tuhan Tanpa Henti Sumber : The Conversation

9 April 2018

April 2018
MonTueWedThuFriSatSun
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30
 1141
[Daily Devotional]

Seperti Tangisan Bayi, Berserulah Memanggil Tuhan Tanpa Henti

Mazmur 27: 4

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 100; Lukas 12; Yosua 11-12

Aku pernah nginap di rumah beberapa anggota gerejaku. Aku mendengar bayi mereka menangis dua kali sepanjang subuh ini yaitu pada pukul 3 dan 6.30 pagi. Mereka pasti ingin sekali momen saat bayi mereka bisa tidur sepanjang malam. Tapi, mereka sedang tidak dalam posisi itu.

Tangisan bayi itu terdengar hampir seperti sebuah alunan lagu yang memanggil orang tuanya, kedengarannya nggak terlalu menyenangkan, tapi alunan itu terus bergema.

Aku pun tetiba teringat dengan tangisan bayi-bayi yang pernah aku dengar di berbagai tempat. Di Minnesota, tempat aku dibesarkan selama sepanjang musim-musim panas dan dingin. Di Haiti, dimana banyak anak yang lahir di pondok berlumpur dan tanpa mengenakan celana. Di Jepang, dimana anak-anak dimanjakan dan di setiap tempat. Semua tangisan itu sama. Kaya atau miskin, Timur atau Barat, semua bayi memanggil orang tuanya dengan cara yang sama.

Semua anak besar dengan bahasa yang berbeda dan makan makanan yang berbeda. Pergi ke sekolah atau buta huruf, bekerja di gedung perkantoran atau memanen tanaman dengan sabit, hidup di bawah atap genteng atau jerami, mengendarai mobil, naik kereta api, atau menunggang keledai. Semua orang bisa terhubung dengan Tuhan, entah itu mereka yang percaya kepadaNya atau sama sekali tak mengenal Dia.

Di hari ketika seseorang meninggal, dia akan menangis dan tangisan itu mungkin tak diungkapkan secara lisan. Seruan akan kematian seperti panggilan anak kepada Bapa Surgawi. ‘Gendong aku’, ‘Selamatkan aku’ atau tangisan itu bisa jadi bentuk panggilan kegelisahan akan kehampaan yang tak terpahami.

Hidup kita mungkin akan sangat berbeda saat kita menjalaninya. Kita mengejar sesuatu yang berbeda, entah itu pencapaian, kekayaan bahkan kedermawanan. Lalu di akhir hidup, kita jadi lebih mirip, seperti saat kita masih bayi. Cara kita berseru di akhir hidup kita tergantung pada seberapa besar hasrat kita kepada Tuhan. Seperti dituliskan dalam Mazmur 84: 2, “Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.”

Terkonek dengan Tuhan adalah satu hal yang sangat penting. Dia luar itu, aku sedang berpikir mungkin di mata Tuhan hidup yang kita jalani tak akan begitu berbeda. Mungkin saja kita hidup bergelimang kekayaan, atau dalam kemiskinan atau di tengah budaya yang sama sekali berbeda. Inilah dunia sekuler.

Mungkin baginya kesulitan dan kesuksesan kita nggak begitu penting. Aku berpikir, mungkin seperti orang tua, Tuhan mau mendengar kita memanggil Dia jauh sebelum kita lahir. Dia mengenali setiap suara dan merasakan setiap detak jantung kita. Dia rindu mendengar kita memanggil dan tak berhenti memanggil Dia sampai akhir hidup kita.

Mari renungkan sejenak ayat ini:

“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.” (Mazmur 27: 4-6)

Baik tua atau muda, kita adalah anak-anak Allah. Mari memilih untuk memanggil nama-Nya untuk setiap harapan kita, untuk memanggil Dia dengan iman dan pengharapan. Semoga panggilan kita jadi sebuah lagu yang indah di telinga Tuhan.

 

Hak cipta 2013 ditulis oleh Peter Lundell, dipakai dengan ijin.

Sumber : Cbn.com/Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Share this article :

Hen Che 24 April 2018 - 15:36:37

Cara pengosongan diri seperti di Alkitab

0 Answer

Arale 24 April 2018 - 14:55:03

Saya menyukai seseorang

0 Answer

Lay Chow 23 April 2018 - 20:19:58

Bolehkah qt cerai

1 Answer


Inge 16 April 2018 - 05:47:54
Mohon didoakan untuk suami yang saat ini sedang di... more..

Dinar 12 April 2018 - 20:25:22
Mohon didoakan agar dimudahkan, di bukakan segala ... more..

Hendri Setiawan 10 April 2018 - 10:00:53
Saya sedang kesulitan masalah keuangan untuk memba... more..

sendy 17 March 2018 - 23:43:45
Nama saya Sendy, saya adalah seorang Kristen Katho... more..

Banner Mitra Week 4


7412

IMAGO