Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
647


Sekalipun menyatakan apresiasi atas tindakan cepat dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menangani kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping, Sleman, Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafe’I menganggap pihak kepolisian berlebihan dengan menetapkannya sebagai kasus tindak pidana terorisme.

Menurut Syafe’I berdasarkan paparan Kapolda, pelaku melakukan penyerangan seorang diri dan bukan bagian dari jaringan, dan bahkan senjata yang digunakan baru dibeli sehari sebelum penyerangan. Selain itu dalam penyerangan, tidak ada rentetan peristiwa ancaman atau lainnya.

“Saya bertanya kepada Pak Kapolda mengapa terlalu cepat menyimpulkan kasus penyerangan ini sebagai kasus tindak pidana terorisme, yang menyebabkan kondisi akan berdampak rawan,” demikian ungkap Syafe’I pada pertemuan antara Komisi III dan Kapolda DIY, di Yogyakarta, Senin (2/4/2018) lalu.

Baca juga :

Dikira Sakit Jiwa, Pelaku Penyerangan Gereja St. Lidwina Rupanya Anggota Teroris Ini...

Kasus Penyerangan Pemuka Agama Makin Hot, Menko Polhukam Janji Sanksi Berat Pelaku
Namun Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa penetapan kasus ini sebagai peristiwa terorisme bukanlah sesuatu yang gegabah.

“Kita bekerja secara fakta, mengapa kita sebut ini kasus terorisme karena kita ambil arti dari kamus besar berbahasa Indonesia, dimana dalam pengertiannya tindakan penyerangan ini adalah tindakan kekerasan yang menimbulkan ketakutan yang sangat meluas,” jelas Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Selain itu, saat menyebut peristiwa ini hanya sebagai penganiayaan, banyak respon masyarakat yang menyatakan tidak setuju.

"Ribuan orang membully atas pernyataan yang disampaikan,"  tambah Brigjen Dofiri

Penjelasan Brigjen Pol Ahmad Dofiri ini pun mendapat dukungan dari Anggota Komisi III DPR RI Risa Mariska.

"Teror ini bisa dikategorikan terorisme sebagaimana sudah diterapkan oleh Undang-Undang Terorisme. Kita tidak bisa keluar dari Undang-Undang Terorisme ini,” demikian ungkap Mariska.

Penyerangan atas Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping, di Sleman sendiri terjadi pada Minggu 11 Februari 2018 lalu. Penyerangan dilakukan oleh seorang pria bernama Suliono, yang melukai Romo Prier dengan senjata tajam yang saat itu sedang melakukan misa. 

Sumber : Liputan6.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ardy Wahab 13 October 2019 - 19:17:00

Apa yg harus dilakukan agar dapat menghimpung angg.. more..

0 Answer

Andi Novianto 12 October 2019 - 16:47:44

Penginjilan

0 Answer

kelfin 12 October 2019 - 15:56:55

apa yang tuhan berikakan bagi umatnya

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 2


7269

Banner Mitra Oktober Week 2