Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
2569


Di Alkitab, kita bisa menemukan banyak orangyang disebutkan pernah mengenal Yesus. Beberapa diantaranya punya kesempatan untuk melihat mujizat Yesus dan melayaniNya. Salah satu yang paling terkenal adalah Petrus, murid-murid yang lainnya dan juga Marta, saudari dari Lazarus dan Maria.

Kalau kamu membaca bagian kisahnya di kitab Lukas 10: 38-42, kamu bisa menebak siapa wanita ini sebenarnya. Seperti yang kita pelajari dari ayat ini, kita bisa melihat tiga hal ini dari sosok Marta.

1. Marta Adalah Wanita yang Menyambut Yesus di Rumahnya

Di dalam Lukas 10: 38-42, disebutkan kalau Marta dan saudarinya Maria menyambut Yesus di rumah mereka.

Tapi di sana kita bisa melihat kedua bersaudara ini mengambil tugas yang berbeda. “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." (Lukas 10: 39-40)

Di ayat ini disebutkan kalau Maria duduk mendengarkan Yesus di dekat kakinya. Sedangkan Marta sibuk melayani. Arti melayani di sini mungkin dimaksudkan mempersiapkan jamuan untuk Yesus dan orang-orang yang menyertaiNya.

Walaupun ada banyak orang yang berpikir kalau tindakan Marta itu kurang tepat. Ya, secara rohani memang benar.

Tapi kita juga harus melihat dari sisi lain, dimana tindakan Marta menunjukkan pelayanan yang maksimal untuk Tuhan. Tentu saja kita nggak hanya sekadar membuka pintu saja, berdoa saja atau ke gereja setiap minggu. Tapi sembari membuka pintu, kita juga melayani Tuhan. Tapi jangan sampai hanya sibuk untuk melayani. Ada waktunya bagi kita untuk duduk diam di bawah kaki Yesus dan mendengarkan perkataanNya.

2. Marta Adalah Wanita yang Ditegur Yesus

Saat Marta mulai mengeluh karena saudarinya Maria hanya duduk saja tanpa memberikan bantuan, Yesus kemudian menegurnya. "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10: 41-42)

Banyak dari kita mungkin juga akan mendapat teguran dari Tuhan. Mungkin karena sikap kita yang suka khawatiran, suka menyusahkan diri dengan beragam hal dunia, masa depan dan urusan orang lain?

Tapi Yesus bilang kalau hanya ada satu hal yang perlu kita lakukan. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6: 33)

Waktu Tuhan mengoreksi atau menegur kita, harusnya kita tak perlu marah atau kesal. Itu adalah bentuk pendisiplinanNya atas kita. Teguran itu juga bisa membuat kita tumbuh menjadi serupa seperti Dia.

3. Marta Punya Kesempatan Mengenal Anak Allah

Hal istimewa yang dimiliki Marta selama hidupnya adalah dia punya kesempatan untuk mengenal dan bertatap muka secara langsung dengan sang Juruslamat. Tentu saja itu hal yang sangat menakjubkan.

Perkenalan Marta dengan Yesus dimulai lewat saudaranya Lazarus. Yesus bahkan sangat mengasihi Lazarus dan kedua saudarinya itu (baca Yohanes 11: 5).

Tapi bukan hanya sekadar mengenalnya sebagai sosok yang mengasihinya dan keluarganya, tapi dia juga punya kesempatan untuk tahu bahwa Yesus adalah anak Allah.

Di Yohanes 11: 39-40 disebutkan kalau Yesus sekali lagi mengoreksi iman Marta.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11: 25-26)

Yesus membuktikan kuasaNya saat membangkitkan Lazarus dari kubur kematian.

Kita mungkin mengenal Marta sebagai saudari dari Maria. Dari tindakan-tindakannya, kita bisa mengenalnya sebagai pribadi yang sangat peduli dengan pandangan dan penilaian publik.

Kita juga tahu kalau Yesus kerap menegurnya karena terlalu fokus melayani dan lupa untuk duduk diam dihadirat Tuhan. Tapi kita juga harus tahu kalau Yesus sangat mengasihinya. Teguran dan koreksian Yesus adalah bentuk kasih sayangNya kepada Marta supaya dia benar-benar punya keyakinan dan prioritas yang tepat dalam hidupnya. Dan lewat kisah Marta, kita diingatkan dan dikoreksi juga.

Mari berterima kasih karena kita juga mendapat kesempatan yang terbaik bisa dikoreksi lewat sosok Marta.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Agatha seow 15 November 2018 - 19:46:14

Saya ingin mengenal Tuhan lebih dalam, karena slam.. more..

1 Answer

anthony gaming 14 November 2018 - 21:08:06

peran roh kudus

0 Answer

anthony gaming 14 November 2018 - 21:06:32

peran roh kudus dalam kehidupan manusia

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 2


7220

advertise with us