Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
1824


 

Beberapa waktu yang lalu, saya tengah membaca sebuah berita di media sosial. Seorang anak memotong leher sang ibu hanya karena tidak diberikan uang sebesar 500 ribu.

Kejadian itu ketika sang ibu sedang di sawah dan sang anak datang untuk meminta uang. Namun sang ibu berkata "nggak ada uang."

Sang anak memaksa dan si ibu tidak bisa memberikan. Hingga akhirnya sang anak menjadi marah, dia mengejar ibunya dan memenggal kepalanya hingga mati. Dan kini sang anak dipenjarakan.

Apakah itu bentuk kejahatan? Tentu jawabannya adalah 'iya'.

Apakah itu karena dia nggak bisa mengontrol emosinya? Jawabannya tetap 'ya, pria tersebut tidak sabar dan memaksakan kehendaknya bahkan mengikuti kedagingannya.

Berapa banyak diantara kita yang akhirnya melakukan sesuatu yang salah ketika kita tak mampu menahan amarah kita?

Berapa banyak para suami memukul sang istri karena marah? Berapa banyak isteri mengeluarkan kata-kata penghinaan dan tak menghormati suami hanya karena marah?

Berapa banyak pertemanan menjadi berantakan hanya karena tak bisa kontrol amarah?

Dulu saya adalah orang yang pemarah. Saya akan marah jika orang marah kepada saya, saya akan marah jika ada orang yang membuat saya kecewa. Kamu harus tahu, untuk mengontrol emosi itu sangatlah tidak mudah.

Memang emosi harus di keluarkan tetapi kita harus tahu kapan dan bagaimana caranya untuk mengeluarkan emosi tanpa menyakiti hati siapapun.

Setelah saya mengenal Yesus, saya mulai melakukan cara yang berbeda untuk menahan marah saya. Saat seseorang membuat saya kecewa dan ingin marah, saya lalu pergi ke tempat sembunyi dan menangis. Saya ingat bagaimana saya merasa pilu dan harus mengalah menahan amarah saya dan berdoa di kamar mandi ketika teman menyakiti hati saya "Tuhan, ampuni jika aku salah dan ampuni mereka."

Bagiku itu tidak mudah, tetapi setelah saya belajar 3 tahun, kini saya terbiasa dan mulai terbiasa menahan amarah.

Mazmur 37:8-9 menuliskan "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hari itu, jangan marah, itu hanya membawamu kepada kejahatan."

Nggak hanya itu, ayat 9 melanjutkan bahwa orang jahat akan dilenyapkan.

" Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri." (ayat 9).

Firman ini sangat jelas menuliskan bahwa amarah hanya membawa kita kepada kejahatan. Sehingga kita harus belajar menahan amarah kita, kita harus sabar dan belajar menguasai diri sendiri.

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32).

Ketahuilah, sebab amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak 1:20).

Tetap semangat dan padamkan amarahmu. Tujuan utama kita bukan untuk memuaskan kedagingan tetapi bagaimana hidup kita menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan.       

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Susi Salfia 9 December 2019 - 15:20:13

Jelaskan apakah orang yang sudah lahir baru ada ke.. more..

0 Answer

Chrisman_ Panjaitan 9 December 2019 - 10:14:37

Saya mohon dukung dia agar saya terlapas dari kesu.. more..

0 Answer

BaiqNur Afriliani 8 December 2019 - 12:19:17

Komunikasi lebih dari sekedar kata-kata. Jelaskan .. more..

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra Desember week 2


7262

Banner Mitra Desember week 2