Krisis Kepercayaan? Lakukan 4 Cara Ini Untuk Mengembalikannya

Marriage / 16 March 2018

Krisis Kepercayaan? Lakukan 4 Cara Ini Untuk Mengembalikannya
Sumber: hemarriageandfamilyclinic.com
Inta Official Writer
9307

Pernikahan tidak menutup kemungkinan untuk seseorang mengalami krisis kepercayaan. Misalnya ketika rasa cemburu yang lebih mendominasi membuat kita menjadi orang yang sensitif dan mudah marah. Kondisi ini tentu saja membuat pasangan menjadi tidak nyaman sekaligus membuat kita ragu terhadap pasangan kita.

Krisis kepercayaan boleh jadi berawal dari satu tindakan yang tidak jujur oleh pasangan, kemudian berujung pada kita yang merasa terkhianati. Ketika menghadapi kondisi ini, kita cenderung tidak bisa mengendalikan diri sendiri. Rasanya, apa pun yang pasangan katakan adalah sebuah kebohongan belaka.

Hal ini membuat hubungan menjadi tidak stabil, bahkan dapat menimbulkan perkelahian hingga perpisahan dengan pasangan. Ketika ada pada kondisi ini, empat langkah ini bisa mengembalikan kepercayaan kita terhadap pasangan.

Baca juga: Sering Cek-Cok Sama Pasangan? Kendalikan Dengan 4 Cara Ini

1.  Mengampuni


Memang tidak mudah untuk melakukannya, namun mengampuni pasangan kita merupakan langkah penting yang dapat memulihkan hubungan kita sebagai suami istri. Pengampunan memerlukan hati yang siap dan terbuka untuk menerima, mendengar dan memahami apa yang dikatakan olehnya.

Tahap ini tidak berarti melupakan kesalahan pasangan, tetapi kita bisa menerima pasangan kembali dan memulai hubungan dari awal.

2. Ciptakan batasan untuk pasangan


Katakan kepada pasangan kalau kita telah kecewa terhadap perilakuya. Kemudian, ciptakan batasan bagi pasangan agar ia mengetahu apa yang boleh atau tidak boleh ia lakukan. Tanpa batasan, semua orang dapat melakukan semau mereka.

3. Tanggung jawab


Setiap tindakan pasti memiliki konsekuensi. Ibarat sebuah gelas yang pecah yang kemudian dibetulkan kembali, hati kita tidak akan pernah sama seperti sedia kala.  Buatlah komitmen dengan pasangan mengenai apa yang akan terjadi jika ia melakukan kesalahannya lagi. Dengan demikian, pasangan akan merasa lebih bertanggung jawab atas setiap tindakannya.

4. Bersabar


Baik kita maupun pasnagan harus memiliki satu hal ini, yaitu kesabaran. Mengembalikan kepercayaan yang telah hilang tidak terjadi hanya satu malam, satu minggu, bahkan satu bulan. Semuanya tergantung dari banyak faktor, salah satunya adalah tingkat luka yang kita alami.

Kepercayaan merupakan fondasi dalam sebuah hubungan. Ketika hal ini dirusak, maka seluruh aspek dapat terpengaruh. Diperlukan keinginan dari masing-masing pihak untuk memperbaikinya kembali. Ketika menikah dulum kita telah berjanji di hadapan Tuhan untuk setia terhadap pasangan, dalam keadaan apa pun. Termasuk dapat menerima semua kekurangan pasangan kita.

Sebuah keluarga yang kokoh tidak hanya dibangun oleh suami dan istri, tetapi Tuhan yang menjadi kepala dalam keluarga ini. Kita harus bisa mengasihi pasangan atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan perkawinan yang sejati di dalam Tuhan.

Sumber : marriage.com/jawaban
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?