Antisipasi penyebaran isu SARA
di wilayahnya terkait perusakan Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir, Sumatera
Selatan, Polda Sumatera Selatan bersilaturahmi dengan para tokoh agama yang
tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga dengan pihak musyawarah pimpinan daerah (Muspida).
"Bersilaturahmi
dan kumpul dengan para tokoh agama, pemuka agama, FKUB, Muspida setempat untuk melakukan upaya antisipasi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang meluas,? ? demikian jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/3/2018) seperti yang dirilis oleh Detik.com.
Menurut Brigjen Iqbal, kondisi di Ogan Ilir kondusif, “Sampai hari ini situasi kondusif, kegiatan gereja kemarin, Minggu (11/3), terus berjalan."
Kejadian perusakan Gereja Katholik Santo Zakarian ini menurut Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara murni tindakan kriminal.
Baca juga : Rusaknya Gereja Di Sumsel Ini Bikin Tim Densus 88 Turun Tangan
"Yang
jelas tidak ada unsur SARA, murni ini tindakan kriminal. Kita punya data jika
ini masalah sakit hati orang tertentu dan perorangan saat pemilihan kepala desa," demikian Zulkarnain mengungkap motif para pelaku.
"Masyarakat
mohon untuk percayakan kasus ini pada kami dan kami pastikan akan ungkap siapa pelakunya. Termasuk kami akan dalami dugaan apakah ini ada suruhan dari orang tertentu," demikian tambahnya.
Tahun 2018 ini Indonesia
memasuki tahun politik hingga tahun 2019 nanti, yaitu adanya pilkada dan juga
persiapan menuju pilpres. Akan ada banyak pihak tak bertanggung jawab yang akan
menggunakan berbagai cara untuk memicu isu-isu meresahkan bahkan menimbulkan
kegaduhan. Untuk itu masyarakat harus bijaksana dan juga berkepala dingin dalam
menanggapi setiap kejadian atau berita yang muncul. Terutama umat Kristen, yuk
kita buat tahun politik ini menjadi sarana untuk menyatakan kasih dan
menyebarkan toleransi antar umat beragama.