Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
632


Tak seorangpun yang merencanakan untuk mengalami gangguan makan. Justru banyak dari kita yang mulai sadar kesehatan dan mencoba untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Tapi jangan salah, rupanya ada juga orang yang justru saking pengen sehatnya, membuatnya harus membatasi diri pada makanan-makanan yang dianggap tidak sehat. Tahu akibatnya? Orang-orang semacam ini bahkan mendapat julukan penderita orthorexia yaitu gangguan makan yang membuat seseorang terobsesi makanan-makanan yang serba sehat saja.

Penderita penyakit ini biasanya akan menolak makanan yang tidak murni atau olahan karena dianggap tidak baik untuk kesehatan. Biasanya mereka juga akan menganggap dirinya seorang vegan yang hanya akan memakan-makanan seperti buah dan sayur-sayuran saja.

“Ada sejumlah ketakutan yang luar biasa (bagi mereka) untuk memakan sesuatu yang berada di luar program makan sehat mereka. Sementara mereka yang menerapkan makan sehat tidak sampai merasa hal itu sebagai sesuatu masalah,” ucap Dana James, seorang Food Coach NYC.

Ada beberapa tanda-tanda penderita orthorexia diantaranya:

1. Terlalu membatasi makanan

Mereka yang menderita orthorexia biasanya akan menolak makanan non-organik. Bahkan kalau hal itu adalah satu-satunya pilihan, mereka akan memilih untuk tidak makan sama sekali.

Menurut Dr. Bakshi, perilaku ini bisa menyebabkan isolasi sosial, semacam tak mau makan ke restoran atau di tempat-tempat lain. Padahal, pembatasan makanan ini hanya akan membuat seseorang jauh dari sumber nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

2. Makanan jadi hal yang selalu mendominasi pikiran

Seseorang yang menderita gangguan ini biasanya akan memikirkan makanan jauh lebih sering. Mereka akan selalu memikirkan cara mereka makan dan makanan apa yang harus dimakan.

3. Membaca label makanan dengan sangat teliti

Membaca label makanan sebelum membelinya memang wajar kita lakukan saat berbelanja. Tapi jadi hal yang aneh kalau seseorang terlalu teliti sampai menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memilih makanan yang dianggap sehat.

4. Terlalu berpikir kompleks soal makanan

Gangguan makan ini akan semakin rumit diidentifikasi dan sulit diobati karena penderita cenderung merasa yakin bahwa cara makan mereka benar dan lebih baik dari pola makan yang lain.

5. Ketergantungan dengan suplemen makanan

Penderita orthorexia biasanya akan cenderung mengandalkan suplemen makanan, pengobatan herbal atau probiotik untuk memastikan bahwa tubuh mereka tetap sehat. Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena peningkatan jumlah suplemen di dalam tubuh bisa menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap perilaku penderita. Hal ini terjadi karena suplemen berlebih dalam tubuh justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Kalau kamu saat ini mungkin sedang merasa mengalami tanda-tanda di atas, segeralah periksakan diri. Jangan biarkan obsesimu untuk hidup sehat justru malah merusak kesehatanmu. Hal ini penting karena penyakit orthorexia bisa semakin parah kalau tidak segera ditangani oleh dokter.

Sumber : Berbagai Sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Usui_ Takumi 17 January 2019 - 10:23:18

Di bayar utang pada pelanggan rp.200000 pengaruh t.. more..

0 Answer

Kezia 16 January 2019 - 21:02:14

Cara mengatasi kemerosotan kekristenan

0 Answer

helena lo 16 January 2019 - 15:37:56

tujuan hidup

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7224

advertise with us