Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

1717387258563145

Official Writer
1490


Data yang diperoleh dari organisasi Church in Wales menunjukkan 115 gereja Anglikan ditutup selama periode 10 tahun, sekitar 8% dari keseluruhan gereja yang ada.

Sejauh ini tinggal 1.319 gereja yang masih digunakan.

Saat ini ada 11 bangunan gereja yang diiklankan untuk dijual di laman organisasi gereja tersebut.

Pihak dari organisasi Church in Wales mengungkapkan penutupan gereja-gereja tersebut adalah 'masalah yang signifikan' dan meski tingkat penjualannya tetap stabil, namun sepertinya lamban.

Kepala bagian properti, Alex Glanville, mengatakan mereka memutuskan untuk mengambil pendekatan regional terhadap permasalahan gereja-gereja itu, dan tidak membiarkan setiap gereja untuk memecahkan maslahnya masing-masing.

"Kami mengelompokkan paroki dan jemaat, sekitar 10-15 gereja di suatu daerah, dan mempertimbangkan mana yang bisa dipertahankan.

"Jadi kurang lebih ini merupakan suatu strategi - mana yang bisa berkesinambungan dan di mana tempat terbaik untuk melakukannya?"

Lembaga National Churches Trust mengatakan tingkat penutupan gereja-gereja di Wales relatif lebih tinggi daripada di Inggris, dengan rasio perbandingan penduduk, dengan sekitar 20 gereja yang ditutup setiap tahunnya.


Glanville mengatakan salah satu masalah di Wales adalah, terlalu banyak bangunan gereja di kawasan yang sedikit penduduknya, selain yang letaknya di "tempat-tempat terpencil" serta penurunan jumlah jemaat yang beribadat di gereja.

Sensus terbaru mencatat Wales sebagai negeri dengan jumlah tertinggi orang yang tidak beragama di Inggris Raya.

"Bukan berarti gereja harus ditutup jika jumlah jemaatnya sedikit. Orang-orang yang inovatif bisa memikirkan banyak cara untuk membuat gereja tampil dengan fungsi yang berbeda di masyarakat," tambahnya.

Mereka menyimpulkan, untuk menarik lebih banyak orang beribadah di gereja, penyediaan fasilitas baru sebagai kunci untuk membantu mereka tetap terbuka

Eddie Tulasiewicz, yang mengepalai bagian komunikasi di lembaga Trust ini mengatakan, dirinya yakin setiap minggunya ada kapel yang ditutup, namun sulit untuk memperkirakannya dengan tepat karena bragamnya aliran.

Dia mengatakan masa depan bangunan-bangunan gereja yang terancam ditutup tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi dan jumlah penduduk, namun dia mengakui 'sejumlah bangunan gereja' memang tidak memiliki masa depan.

"Apa yang dibangun pada abad ke-19 untuk menampung 6.000 hingga 10.000 orang menyusut menjadi 2.000 atau 3.000 orang dan tidak ada lagi orang-orang yang beribadah di sana.

"Yang bisa dipikirkan adalah apa yang bisa dilakukan dengan bangunan-bangunan ini di luar tujuan agama. Bangunan-bangunan itu isa digunakan untuk pertemuan dan konser musik.

"Kemungkinan lainnya adalah tujuan sejarah dan pariwisata. Banyak gereja dan kapel yang begitu indah dan orang-orang akan sangat senang mengunjunginya."

Lembaga National Churches Trust adalah salah satu badan yang memberikan hibah untuk membantu proyek renovasi, menyumbang dana senilai £500.000 atau Rp9 miliar di Wales selama lima tahun terakhir.


Sumber : bcc

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

sifra gracia 18 October 2018 - 17:48:37

Apa yang harus dilakukan gereja dalam memghadapi t.. more..

0 Answer

dwi sinjal 17 October 2018 - 10:20:40

Apakah seseorang yang belum mempunyai title sebaga.. more..

0 Answer

Selfira 14 October 2018 - 17:54:07

Pertemanan

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7273

Konselor