Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
574


Pada hari minggu, 11 Februari kemarin, Gereja Katolik Santa Lidwina di Sleman Yogyakarta diserang oleh pemuda bernama Suliono berusia 22 tahun. Serangan yang tergolong sadis ini membuat beberapa orang mengalami luka bacok, satu diantaranya adalah pastor gereja Romo Prier. 

Baca juga: Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman Rupanya Torehkan Cerita Haru Ini Loh…

Suliono menyerang gereja saat sedang berlangsungnya Misa Minggu pagi dengan pedang. Karena ia berusaha untuk menyerang polisi, terpaksa polisi harus melayangkan tembakan pada bagian kakinya.  Sejak kasus penyerangan ini, Pemerintah DIY mendeklarasikan Yogya Damai yang menolak kekerasan, intoleransi dan radikalisme di Bangsal Kepatihan, Rabu 14 Februari lalu. 

Gerakan ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah, tokoh masyarakat, organiasi masyarakat dan beberapa pemuka agama. Deklarasi yang dibacakan oleh enam pemuka agama (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu) berisi lima hal pokok, yaitu: 

1. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Mengecam segala bentuk keteladan dan tindalan anarkis yang mengatas namakan agama

3. Mengajak seluruh masyarakat DIY untuk tetap menjaga kerukunan, cinta damai dan toleransi antar umat beragama

5. Menjadikan DIY sebagai daerah terdepan dalam perlawanan terhadap kekerasan, intoleransi, dan radikalisme.

Setelah dibacakan bersama, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan bersama sebagai wujud penolakan sikap intoleransi. Penandatanganan ini diawali oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sri Sultan berharap agar deklarasi ini tidak hanya sekedar dokumen mati, namun dapat juga diikuti dengan tindakan pasti. 

Ia mengajak semua orang untuk dapat bahu membahu dalam mewujudkan kerukunan di DIY. "Semua unsur masyarakat yang melakukan penandatangan sampai tingkat terbawah pun harus memiliki pemahaman yang sama terhadap penanganan kekerasan fisik dan tindak kriminal menjadi kewajiban aparat kepolisian untuk menanganinya terlebih dahulu," komentarnya. 

Sri Sultan juga menegaskan kalau dirinya mengutuk keras kejadian kekerasan yang terjadi di Gereja St. Lidwina dan mengajak para aparat untuk ikut memecahkan kasus tersebut. 


Sumber : republika/tribunyogya

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Christian 14 August 2018 - 10:38:46

prolegomena

0 Answer

Adhe Adhe 12 August 2018 - 14:31:24

Tdak mungkin bagi manusia.. Apalagi sya sdh melaku.. more..

1 Answer

Adhe Adhe 12 August 2018 - 13:58:09

Apakah hidupku bsa dpulihkan setelah aku melakukan.. more..

1 Answer


Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Putri NT 1 August 2018 - 11:15:57
Damai sejahtera sahabat-sahabat semua. Saat ini sa... more..

Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Banner Mitra Week 2


7188

Gempa Lombok