Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
2288


Pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono XI yang justru menyalahkan pihak penyelenggara bakti sosial karena menggunakan embel-embel nama gereja dipersoalkan Setara Institute. Menurut Setara Institute, pernyataan itu menimbulkan masalah karena seperti mengganggap kesalahan ada pada korban dalam hal ini Gereja Santo Paulus, Bantul.

Tidak hanya Sri Sultan, menurut pihak Setara Institute, Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Sahat M. Hasibuan juga telah melakukan hal yang sama dengan menyatakan bahwa pihak gereja kurang melakukan komunikasi kepada masyarakat terkait acara yang mereka lakukan.

"Pernyataan Gubernur dan Kapolres tersebut jelas-jelas problematik," ujar Peneliti Setara Institute Halili sebagaimana dikutip Tempo Interaktif, Kamis, 1 Februari 2018.

Menurut Halili, pola blaming the victim biasa digunakan pemerintah dan aparat dalam merespons kasus intoleransi, dekriminalisasi, serta pelanggaran hak minoritas keagamaan.


Bukan itu saja, pihaknya menganggap pernyataan Gubernur dan Kapolres Bantul menunjukkan kecenderungan negara terhadap kelompok warga tertentu dan penyingkiran kelompok lainnya.

Seperti diketahui, Bakti sosial Gereja Katholik Santo Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta yang rencananya digelar pada Senin, 29 Januari 2018, mendapat penolakan keras oleh sejumlah organisasi massa (ormas) seperti Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI), dan Majelis Mujahiddin Islam (MMI). Mereka menuding pihak gereja telah memakai bakti sosial untuk kristenisasi.

Terkait tuduhan kristenisasi, pihak Gereja Santo Paulus dengan tegas membantahnya. Ketua panitia acara, Agustinus Kelikasih menyatakan bahwa pada prinsipnya Gereja Santo Paulus ingin dapat membaur dengan yang lain.

“Gereja bukanlah instansi yang eksklusif tapi kita inklusif. Kita harus ajur-ajer (berbaur) dengan masyarakat sekitar,” ujar Agustinus.

Baca Juga: Baksos Gereja Yogyakarta Ini Dibubarkan Ormas, Ini Penyebabnya...

Agustinus menyatakan bahwa acara tersebut sudah sering dilakukan tetapi baru kali ini ada pembubaran. Terakhir, mereka melakukannya pada saat Hari Bhayangkara.

Sementara itu Romo Paroki Gereja Santo Paulus, Agustinus Ariawan menjelaskan kalau kegiatan bakti sosial ini adalah rangkaian peringatan 32 tahun berdirinya gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif menjadi paroki mandiri.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

liviany 25 April 2018 - 19:29:52

bagaimana tahu bahwa alkitab benar

0 Answer

Hen Che 24 April 2018 - 15:36:37

Cara pengosongan diri seperti di Alkitab

0 Answer

Arale 24 April 2018 - 14:55:03

Saya menyukai seseorang

0 Answer


Inge 26 April 2018 - 23:32:57
Mohon doa untuk suami saya, Yusuf, dengan luka bat... more..

Shirley herlin 26 April 2018 - 23:03:07
Mohon bantuan doa pembebasan dari Roh jahat, mohon... more..

Inge 16 April 2018 - 05:47:54
Mohon didoakan untuk suami yang saat ini sedang di... more..

Dinar 12 April 2018 - 20:25:22
Mohon didoakan agar dimudahkan, di bukakan segala ... more..

Banner Mitra Week 4


7411

IMAGO