Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
2795


Pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono XI yang justru menyalahkan pihak penyelenggara bakti sosial karena menggunakan embel-embel nama gereja dipersoalkan Setara Institute. Menurut Setara Institute, pernyataan itu menimbulkan masalah karena seperti mengganggap kesalahan ada pada korban dalam hal ini Gereja Santo Paulus, Bantul.

Tidak hanya Sri Sultan, menurut pihak Setara Institute, Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Sahat M. Hasibuan juga telah melakukan hal yang sama dengan menyatakan bahwa pihak gereja kurang melakukan komunikasi kepada masyarakat terkait acara yang mereka lakukan.

"Pernyataan Gubernur dan Kapolres tersebut jelas-jelas problematik," ujar Peneliti Setara Institute Halili sebagaimana dikutip Tempo Interaktif, Kamis, 1 Februari 2018.

Menurut Halili, pola blaming the victim biasa digunakan pemerintah dan aparat dalam merespons kasus intoleransi, dekriminalisasi, serta pelanggaran hak minoritas keagamaan.


Bukan itu saja, pihaknya menganggap pernyataan Gubernur dan Kapolres Bantul menunjukkan kecenderungan negara terhadap kelompok warga tertentu dan penyingkiran kelompok lainnya.

Seperti diketahui, Bakti sosial Gereja Katholik Santo Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta yang rencananya digelar pada Senin, 29 Januari 2018, mendapat penolakan keras oleh sejumlah organisasi massa (ormas) seperti Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI), dan Majelis Mujahiddin Islam (MMI). Mereka menuding pihak gereja telah memakai bakti sosial untuk kristenisasi.

Terkait tuduhan kristenisasi, pihak Gereja Santo Paulus dengan tegas membantahnya. Ketua panitia acara, Agustinus Kelikasih menyatakan bahwa pada prinsipnya Gereja Santo Paulus ingin dapat membaur dengan yang lain.

“Gereja bukanlah instansi yang eksklusif tapi kita inklusif. Kita harus ajur-ajer (berbaur) dengan masyarakat sekitar,” ujar Agustinus.

Baca Juga: Baksos Gereja Yogyakarta Ini Dibubarkan Ormas, Ini Penyebabnya...

Agustinus menyatakan bahwa acara tersebut sudah sering dilakukan tetapi baru kali ini ada pembubaran. Terakhir, mereka melakukannya pada saat Hari Bhayangkara.

Sementara itu Romo Paroki Gereja Santo Paulus, Agustinus Ariawan menjelaskan kalau kegiatan bakti sosial ini adalah rangkaian peringatan 32 tahun berdirinya gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif menjadi paroki mandiri.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer

Marcelina Mega 6 December 2018 - 22:53:44

Pacaran dengan sepupu

0 Answer


chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Febe Widyawati 29 November 2018 - 22:08:03
Saya mohon bantuan doanya supaya pergumulan saya t... more..

Banner Mitra Week 2


7226

advertise with us