Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
4351


Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya mengapa Sinterklas menjadi bagian dari Natal? Ya, itu memang cerita yang sangat panjang. Tetapi anak-anak yang menanti-nantikan kado Natal dari seorang Sinterklas patut mengetahui cerita ini.

Ada seorang kudus, seorang uskup, di abad ke-4 yang dipanggil Nikolas. Ia terkenal karena kebaikannya kepada orang banyak sehingga Santo Nikolas menjadi santo khususu pemberi hadiah.  Sekarang, di Belanda, Santo Nikolas adalah Sinterklas, dan orang-orang Belanda yang tinggal di New York, yang pernah disebut dengan New Amsterdam akhirnya membawa kisah ini ke seluruh dunia.


Sinterklas pada umumnya digambarkan sebagai sosok pria tua berkumis tebal dan panjang. Tugasnya adalah mengantarkan hadiah-hadiah kepada anak-anak dan juga orang dewasa setiap kali perayaan Natal tiba. Tetapi dalam sisi yang sesungguhnya, Sinterklas bukanlah pria-pria tua yang sebenarnya. Ia bukan sosok yang akan masuk melalui cerobong asap rumah dan meletakkan hadiah-hadiah ke dalam kaus kaki musim dingin, seperti ditunjukkan di film-film Natal selama ini. Karena realitanya, Sinterklas tak pernah ada, ia hanyalah suatu roh, yaitu roh Natal. Ia adalah contoh semangat kengembiraan yang mewakili Natal.

Sinterklas adalah gambaran dari sosok Santo Nikolas yang baik hati. Kehadirannya melengkapi Natal yang identik dengan sisi memberi hadiah dan mendapat hadiah. Dan sebenarnya kedua hal ini sama sekali bukan fokus utama Natal. Fokus utama Natal adalah kelahiran Yesus, tapi kemudian setiap orang terus menambahkan hal-hal yang lain ke dalamnya. Jika Yesus adalah seorang tua yang miskin yang kita jumpai di jalan, Ia pasti menjadi orang yang akan kita berikan hadiah. Yesuslah yang mengajarkan prinsip memberi ini. Setiap orang yang memberikan hadiah kepada seseorang yang benar-benar membutuhkannya, berarti ia telah memberikannya juga kepada Yesus.

Seperti contoh, saat melihat sekelompok orang dari Bala Keselamatan keluar di jalan-jalan sebelum Natal, dengan seorang laki-laki dalam kostum Sinterklas yang meminta sumbangan, itu seperti memberikan hadiah kepada Yesus, karena uang yang dikumpulkan akan dipakai untuk membeli barang-barang bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkannya, untuk membeli makan malam di hari Natal bagi orang-orang yang tidak mendapatkannya, untuk membayar tempat-tempat penampungan bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah.


Cerita mengapa Sinterklas masuk ke dalam cerobong asap dimulai sejak seseorang menulis sebuah puisi tentang legenda Sinterklas yang beredar di kalangan orang-orang Belanda dan New York. Kehadiran Sinterklas seharusnya membawa kita semakin dekat dengan arti Natal yang sesungguhnya. Banyak orang yang jarang ke gereja hanya berpikir bahwa Natal sekadar berbicara soal hadiah-hadiah, tetapi tidak tahu alasan sebenarnya mengapa kita merayakan Natal.

Sumber : Percakapan Dengan Poppi Tentang Allah/Jawaban.com/ls


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

pengiran lang 21 February 2020 - 19:48:28

Menjaga untuk tetap hidup kudus

0 Answer

Itin N 21 February 2020 - 02:41:08

Cara berhenti dari kecanduan judi

0 Answer

Tommy Suherman 17 February 2020 - 08:40:37

Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi .. more..

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (2)


7263

Banner Februari 2020 (2)