Kita Diciptakan Untuk Perbuatan Baik. Percayalah dan Lihatlah Gadis Kecil Ini

Kita Diciptakan Untuk Perbuatan Baik. Percayalah dan Lihatlah Gadis Kecil Ini

Naomii Simbolon Official Writer
2343

Pada 3 Juli 1999 seorang bayi mungil terlahir dari pasangan Jimmy dan Aiwa. Olivia Laurencia nama gadis kecil itu.Di awal usianya Olivia tumbuh sebagai anak yang cantik dan lucu layaknya balita seusianya.Hingga hal yang tak diinginkan terjadi.Ketika usia Olivia menginjak setengah tahun keluarga memergoki ada kelainan penglihatan pada gadis kecil itu.Segera orang tuanya memeriksakan Olivia ke dokter untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anak kesayangannya.Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat sel kanker pada mata kirinya atau yang biasa disebut retina blastoma.
"Biasanya penyakit seperti ini pasien hanya bisa bertahan hidup selama dua tahun,"kata dokter yang membuat orang tua Olivia tersentak.
Berbagai macam pengobatan telah dijalani namun kondisi Olivia tak kunjung membaik.Dokter kemudian menyarankan agar bola mata kiri Olivia diangkat.Ayah Oliv tak menyetujuinya.Ayahnya tak rela mata Oliv yang indah diangkat.Lagi pula operasi pengangkatan bola mata itu tak menjamin sel kanker dapat 100% hilang dari tubuh olivia.
Tahun demi tahun berganti tetapi kondisi Olivia tak kunjung membaik.Dokter pun kemudian mewajibkan agar Olivia melakukan kemotheraphy.Saat sang putri teriak kesakitan ayahnya yang tak sampai hati hingga membentur-benturkan kepalanya sendiri ke diding.
Pada suatu malam Jimmy ayah Olivia bermimpi didatangi malaikat dengan membawa pesan melalui satu kata "Baptis."Setelah menceritakan kepada saudaranya tentang mimpi itu, saudaranya menjelaskan arti mimpi itu bahwa Ia harus bertobat.Memang selama ini Jimmy dan Aiwan orang tua Olivia adalah orang kristen yang telah dibaptis, tetapi meraka belum benar-benar bertobat dan lahir baru.
Kondisi Olivia membuat semakin hari orang tuanya semakin berserah kepada Tuhan. Kini orang tua Olivia menjadi lebih rajin berdoa dan mengikuti ibadah.Di tengah badai yang menerpa, orang tua Olivia semakin bertumbuh di dalam Tuhan. Kehidupan rohani mereka dipulihkan.
Kepedihan mereka kini menjadi sedikit terhibur dengan lahirnya anak kedua di tengah-tengah mereka.

Yohanes Natanael terlahir untuk mengobati duka kedua orang tuanya dan Oliv pun sangat menyayangi adik laki-lakinya itu.
Setelah dua kali melakukan kemotheraphy kondisi Olivia menjadi drop dan trombositnya turun.Tetapi hal itu tidak membuat Olivia patah semangat.Olivia tetap menjadi anak yang periang dan berprestasi di sekolahnya.Imannya yang kuat kepada Tuhan membuat Ia tak pernah mengeluh.Olivia tak pernah menangis karena penyakitnya.Ketika Oliv melihat orang tuanya bersedih Ia selalu berujar "Senyum dong."
"Dalam kondisi apapun, kita harus tersenyum."kata Olivia menghibur orang tuanya.
Setiap jam 4 pagi jam weker Olivia selalu berdering.Olivia pun bergegas bangun kemudian membangunkan orang tuanya untuk mengajak mereka berdoa.
Iman Olivia membuat keluarga besar orang tuanya melihat bahwa Yesus tinggal di dalam hidup Olivia.Satu per satu anggota keluarganya pun bertobat, mulai dari kakek, nenek, om, tante dan anggota keluarga yang lain.
Olivia sangat menyayani orang tuanya, adik dan orang-orang di sekitarnya."Oliv kan ingin jadi peri yang baik hati." kata-kata itulah yang sering terlontar dari gadis mungil itu.
Kondisi Olivia semakin hari semakin menghawatirkan.Hingga akhirnya pada 4 Januari 2009 Olivia muntah-muntah kemudian di bawa ke rumah sakit.Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa sel kanker yang telah membutakan mata kirinya kini menjalar sampai ke otak.
Di dalam kondisinya yang sakit parah Olivia berdoa.
"Terima kasih Tuhan atas kasihMu, Olivia percaya Oliv sudah sembuh.Olivia sudah dipulihkan.Tidak ada satu penyakitpun di tubuh Oliv, dari ujung rambut sampai ujung kaki karena sudah engkau tebus di kayu salib.Tuhan ampuni semua dosa Olivia.Terima kasih Tuhan Yesus.Amin."
Detik-detik ajal semakin mendekatinya.Rasa sakit di tubuhnya kini sudah tak tertahan lagi.Tubuh Olivia jatuh terkulai sambil berucap "Terima kasih Tuhan Yesus." Setelah itu Oliv tak sadarkan diri dan tubuhnya kejang-kejang.
Melihat kondisi anaknya ayah Olivia membisiki telinga putrinya itu.
"Papa merelakan Oliv pergi.Tuhan Yesus sudah menanti Olivia di surga yang penuh damai dan sejahtera.Saat Oliv bertemu Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus ingin memegang tangan Oliv, segera sambut tanganNya.Selamat jalan Olivia, kami semua merelakanmu."
Dalam keadaan koma mata Olivia meneteskan air mata.Istri pendeta yang juga berada di tempat itu memegang tangan Olivia dan berbisik.
"Kalau nanti Olivia sudah bertemu Tuhan Yesus, Olivia genggam erat-erat tangan tante."
Beberapa saat kemudian Olivia menggenggam erat tangan ibu pendeta lalu Olivia menghembuskan napas terakhirnya.
Gadis mungil itu memang telah tiada tetapi iman, kasih dan ketegaran gadis itu telah menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.Banyak orang menjadi bertobat karena melihat Yesus hadir di dalam hidup Olivia.Selamat jalan Olivia,memang tak panjang usiamu tetapi meninggalkan cerita tentang hidup yang berarti dan menjadi berkat bagi orang lain.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami