Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
406


Makan bukan soal seberapa cepat kamu mengunyah makanan yang ada di atas piringmu dan bukan juga soal berapa cepat kamu kenyang. Hasil penelitian yang baru-baru ini dilakukan menemukan kalau ternyata makan terlalu cepat bisa menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan loh!

Penelitian di Jepang ini menemukan kalau mereka yang makan lebih lambat cenderung terhindar dari penyakit-penyakit seperti:

  • Obesitas
  • Gangguan metabolism
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi dan
  • Kolesterol rendah

Ini artinya bahwa mereka yang makan terlalu cepat akan cenderung mengalami masalah-masalah penyakit di atas, khususnya darah tinggi, gula darah dan kolesterol rendah. Setiap penyakit ini cukup berisiko bagi kesehatan.

“Makan lebih lambat mungkin merupakan perubahan gaya hidup yang penting untuk membantu mencegah gangguan metabolism,” ucap penulis penelitian dan ahli jantung Taakayuki Yamaji dari Universitas Hiroshima di Jepang.

Sementara bagi mereka yang makannya lebih cepat akan cenderung merasa tak pernah kenyang dan makan berlebihan. Cara makan inilah yang menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar sehingga tubuh mengalami resistensi insulin (penumpukan hormon insulin dalam tubuh, red).

Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan oleh Yamaji dan peneliti lain pada tahun 2008 lalu. Ada sebanyak 642 orang pria dan 441 wanita dengan usia rata-rata 51.2 tahun dan tidak mengalami masalah sistem metabolisme yang diteliti. Mereka kemudian dibagi dalam tiga kelompok sesuai dengan cara makannya yaitu lambat, normal dan cepat.

Setelah lima tahun, mereka pun kembali meneliti para responden dan menemukan ada sekitar 11.6 % dari mereka yang makan dengan cepat mengalami gangguan sistem metabolisme. Sementara pemakan normal hanya 6.5% dan pemakan lambat sekitar 2.3% saja.

Risiko Lain Dari Makan Terlalu Cepat

Para peneliti juga tak hanya menemukan risiko gangguan sistem metabolisme bagi pemakan cepat. Kebiasaan makan cepat juga bisa menyebabkan pertambahan berat badan, kadar glukosa darah dan lingkar pinggang yang lebih besar. Serangan jantung juga jadi salah satu risiko yang paling berbahaya dari kebiasaan makan cepat.

Para peneliti pun mengingatkan bahwa tren makan cepat yang saat ini banyak diperlombakan bukanlah pilihan yang tepat untuk kesehatan. “Inilah pengingat kalau banyak dari kita yang memiliki gaya hidup yang sibuk termasuk makan siang cepat di meja makan atau dalam perjalanan pulang pergi dengan terburu-buru,” ucap Jeremy Pearson, pemimpin dari British Heart Foundation.

Sementara American heart Association merekomendasikan supaya mereka yang mulai menderita gangguan metabolisme untuk lebih banyak mengkonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran serta dibarengi dengan olahraga yang seimbang. Dan tentunya tetap mengubah cara makan menjadi lebih normal minimal mengunyah makanan sebanyak 15-30 kali di dalam mulut sesuai dengan jenis makanannya.

Sumber : Berbagai Sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Tomy Cimot 16 December 2017 - 21:44:40

paus

0 Answer

Muhammad Ammar 16 December 2017 - 11:46:15

Hasil pembongkaran protein di hati yang selalu di .. more..

0 Answer

???? ???? 15 December 2017 - 23:30:36

gimana cara kurangi like

0 Answer


Emille Paulus Lumena 16 December 2017 - 09:08:00
Ya Tuhan Yesus Kristus Tuhan dan Raja diatas segal... more..

Melva Sinurat 15 December 2017 - 18:33:02
Min aku mohon bantuan untuk mendoakan saya supaya ... more..

Fian Oh 15 December 2017 - 14:27:28
Saya seorang pecandu narkoba, dan saat ini hidup s... more..

Siska Agustina Parhusip 14 December 2017 - 09:40:49
Saya minta bantuan doa teman2 semua untuk mendoaka... more..

Banner Mitra Week 2


7335

advertise with us