Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
390


Bahagia sekaligus haru menyelimuti pasangan dua calon mempelai, Anastasya Chintya Angelina (25) dan Anderas Nugroho Pandu (33) yang kerap disapa Pandu. Hari bersejarah mereka dilangsungkan di Gereja Katedral Purwokerto. 

Berbeda dengan pasangan yang memilih untuk menanggalkan tradisi, pasangan Pandu dan Anastasya justru memilih tradisi begalan di halaman Gereja Katedral Purwokerto. Tradisi ini adalah kali pertama yang digelar di Gereja tersebut. Nuansa keberagaban amat terasa dalam prosesi sakral tersebut. 

Menghadirkan tiga seniman Banyumas, yaitu Titut Edi Purwanto dari Padepokan Cowong Sewu, Joni S Supriyana dan perupa senior Hadi Wijaya yang ikut memperagakan begalan. Begalan sendiri merupakan karya leluhur Banyumas yang bermakna agar para anak cucu masyarakat Banyumas dapat berhasil dalam membangun kehidupan rumah tangga. Dalam prosesinya, terdapat wejangan sesepuh yang ditujukan kepada mempelai pasangan pengantin. 

Nama-nama diatas memang dikenal sebagai teman dekat Pandu yang berprofesi sebagai seorang jurnalis. Dalam gelaran itu, Titut memperagakan lakon Rekaguna, pembegal berbaju hitam yang bersenjatakan pedang kayu yang disebut wlira. Sementara, Joni Supriyanta adalah pembawa barang-barang (peralatan dapur) yang bernama Gunareka didampingi oleh Hadi Wijaya.

Barang-barang yang dibawa antara lain ilir, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil dan wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang.

"Setahu saya ini pertama kalinya. Untuk melestarikan budaya lokal dan menghadirkan keberagaman," ujar Pandu, seusai prosesi pernikahan.

Salah seorang seniman yang ikut memeriahkan, Titut mengatakan bahwa Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan dimana calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu. Kemudian, tradisi ini sejalan dengan tradisi fase rumah tangga selanjutnya, seperti upacara mitoni, ngruwat, tumpengan dan lain sebagainya. 

Baca juga: Resmikan Gereja HKBP Sambil Menari Tor-Tor dan Dikalungkan Ulos, Sandi Ingat Masa Kecil

Menurutnya, begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya tari klasik, gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending.

"Dengan melakukan begalan, dipercaya dapat membawa kebaikan bagi pasangan pengantin ketika kelak mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Seperti dihindarkan dari masalah berat dan juga dimudahkan rezekinya," jelas Titut.

Hadirnya tradisi begalan di Gereja Katedral Purwokerto yang pertama kali ini dinilai sebagai langkai baik sebagai pengenalan budaya yang beragam. Bahkan, Yudi Setyadi selaku pegiat sosial mengaku takjub dengan mempelai dan keluarga yang memilih untuk menghadirkan nuansa keberagaman seperti ini. 


Sumber : Liputan6

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Owen 19 August 2018 - 12:31:02

Nats Alkitab yang bercerita tentang rapat

1 Answer

Devon ryanto 19 August 2018 - 12:22:57

Cara menang dari dosa pornografi?

1 Answer

Erwin Julio 16 August 2018 - 09:19:44

Putus cinta

1 Answer


Ridoe Perdana 14 August 2018 - 11:19:06
Saya mohon dukungan doa dalam masa pacaran agar di... more..

Fenfen 13 August 2018 - 18:10:19
Syalom sahabat2 semua, saat ini saya sedang ada pe... more..

Putri NT 1 August 2018 - 11:15:57
Damai sejahtera sahabat-sahabat semua. Saat ini sa... more..

Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Banner Mitra Week  3


7191

Gempa Lombok