Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
355


Sewaktu kecil, apakah kamu sering menerima pujian dari orangtuamu atau malah sebaliknya, kamu sering dimarahi dan dihukum? Terkadang orangtua yang sewaktu kecil mendapat didikan yang keras memberikan lebih banyak pujian kepada anak-anaknya, dengan alasan bahwa mereka tidak ingin anaknya mengalami apa yang dulu ia rasakan. 

Namun ternyata, memberikan pujian ada trik atau cara yang benar, sehingga anak tidak salah persepsi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang dipuji, "Kamu anak yang cerdas" tidak selalu menghasilkan prilaku positif. Sebaliknya anak menjadi kurang mau berusaha, mudah menyerah dan tidak mau belajar sesuatu yang baru atau diluar zona nyamannya. 

Renee Jain, seorang psikolog menceritakan kesalahannya dalam memberikan pujian kepada putrinya saat masih berusia 1 tahun. 

"Saat itu saya terburu-buru untuk mengantar putriku yang baru berusia 1 tahun ke kelas musik. Saya melihatnya melakukan sebuah trik baru - memasukkan kakinya ke sepatu kecilnya dan memasang tali velcronya sendiri. Kemudian dia memandangku yang sedang sibuk memasukkan popok, mainan dan lainnya ke strolernya, sampai saya berkata, 'Kerja bagus Jasmin. Kamu sangat pintar.' Dia kemudian tersenyum sambil memperlihatkan kedelapan giginya kepadaku. Saat saya mulai memakai sepatu saya sendiri, Jasmin mulai melepaskan sepatunya. 'Jas, pakai sepatumu lagi; kita harus segera pergi!' demikian kataku. Dia kemudian dengan mahir memakai sepatunya lagi dan melihat ke arahku. "Ok, ayo pergi!'"

Tapi jawaban yang diterima oleh Renee tidak seperti yang diharapkan "Ehhhhhh!" (Artinya : "Itu bukan jawaban yang kuharapkan!")


Akhirnya Renee pun memberikan pujian dan bertepuk tangan untuk putrinya. Namun setelah itu, Jasmin berulang kali melepas dan memasang sepatunya hanya untuk mendapatkan pujian ibunya. Ia menjadi kecanduan pujian. 

"Anak kita melakukan sesuatu yang baik; kita memujinya - seringkali kita melakukannya tanpa berpikir," demikian ungkap Renee. 

Baca juga :  Pujian yang Jujur

Kita berpikir bahwa hal itu tidak merusak, kita hanya ingin memotivasi buah hati kita. Namun bila kita menggunakan cara yang salah saat memuji, hal itu bisa berdampak negatif dalam pembentukan pribadi si anak. Lalu bagaimana sih cara yang benar untuk memberikan pujian untuk si kecil? Berikut beberapa tipsnya :

1. Pujilah prosesnya, bukan orangnya


Kamu bisa melakukannya dengan memuji cara anakmu mengerjakan, contohnya : "Hebat, kamu berhasil menemukan cara untuk mengerjakannya." Selain itu kamu bisa memberikan pujian dengan lebih spesifik, dari pada berkata, "Kamu cerdas" para papa dan mama bisa berkata, "Kamu ternyata sangat mengerti cara hitung-hitungan ini ya.."

Dan yang terakhir, kamu bisa juga memuji usaha yang diberikan oleh buah hatimu dalam mengerjakan sesuatu, seperti, "Saya bisa melihat kamu ternyata sudah berlatih keras ya untuk tarian itu.."

Baca juga : Menguji Karakter Lewat Pujian

2. Berikan pujian yang nyata, saat ia benar-benar melakukan sesuatu yang bagus atau benar, bukan hanya untuk menyenangkan hatinya saja


Seorang psikolog anak Wulf-Uwe Meyer menemukan bahwa anak dibawah usia 7 tahun menerima pujian apa adanya. Sedangkan di atas itu mereka mulai curiga saat diberi pujian oleh orang dewasa. Bahkan mereka yang diusia 12 tahun, mereka akan mencermati setiap kata apakah pujian tersebut punya agenda tersembunyi. Karena mereka sudah bisa berpikir dan mengukur apakah mereka layak menerima pujian atas yang mereka lakukan itu atau tidak. 

Untuk itu lakukanlah ini. Tuluslah memberikan pujian kepada buah hatimu. Jangan memberikan pujian namun ada maunya. Berikan pujian ketika si kecil pantas untuk menerimanya, ketika ia tidak menunjukkan performa seperti yang diharapkan, berilah semangat dan dorongan yang penuh kasih dan tulus. 

Baca juga : Hati-hati! Pujian Picu Narsisme Pada Anak 

3. Jangan berlebihan dan terus menerus memuji


Tahukah kamu bahwa anak-anak bisa mengalami imunitas terhadap pujian. Ya, seperti orang yang kecanduan, ada titik tertentu dimana dosisnya sudah tidak mempan lagi dan harus ditambah dosis yang lebih besar. Hal ini berlaku kepada mereka yang kecanduan pujian. 

Jadi agar buah hatimu tidak mengalami "kecanduan pujian", sebagai ganti pujian kamu bisa mengamati dan memberikan komentar yang jujur dan penuh kasih. Contohnya, seperti pada kisah anak Renee di atas, dia bisa berkata, "Kamu sudah bisa memakai sepatu sendiri.." Atau sekedar berkata, "Kamu bisa melakukannya.." Komentar itu adalah sebuah pengakuan atas usaha mereka dan menunjukkan kebanggaan kepada buah hatimu. Hal ini akan memberikan mereka rasa percaya diri dan juga rasa diperhatikan oleh orangtuanya. 

Namun ingat ya, jangan sampai komentar kamu terasa menghakimi atau merendahkan mereka. Pastikan komentar kamu positif dan membangun. 

Percayalah, walau kamu tidak terus menerus memberikan pujian, kamu tetap akan mendapatkan senyuman lebar di wajah buah hatimu, karena mereka tahu bahwa kamu mengasihi mereka dengan sepenuh hatimu. 

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Muhammad Ammar 16 December 2017 - 11:46:15

Hasil pembongkaran protein di hati yang selalu di .. more..

0 Answer

???? ???? 15 December 2017 - 23:30:36

gimana cara kurangi like

0 Answer

Michael Owen James Mayau 15 December 2017 - 21:10:48

shalom... salam damai bagi kita semua... mohon did.. more..

0 Answer


Emille Paulus Lumena 16 December 2017 - 09:08:00
Ya Tuhan Yesus Kristus Tuhan dan Raja diatas segal... more..

Melva Sinurat 15 December 2017 - 18:33:02
Min aku mohon bantuan untuk mendoakan saya supaya ... more..

Fian Oh 15 December 2017 - 14:27:28
Saya seorang pecandu narkoba, dan saat ini hidup s... more..

Siska Agustina Parhusip 14 December 2017 - 09:40:49
Saya minta bantuan doa teman2 semua untuk mendoaka... more..

Banner Mitra Week 2


7335

advertise with us