Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

vjay

Official Writer
1142


Peristiwa penembakan masal di Gereja First Babtist di Sutherland Springs, Texas yang menewaskan 25 orang dan seorang bayi yang belum lahir menimbulkan kesedihan mendalam, terutama pasangan gembala sidang Pastor Frank Pomeroy dan istrinya Sherri, beserta jemaatnya. Untuk itu Pastor Frank membuat keputusan yang serius tentang keberadaan gerejanya itu. 

Pastor Frank sendiri kehilangan putrinya yang berusia 14 tahun, Annabelle dalam penembakan masal tersebut. Ia mengusulkan agar bangunan gereja dirobohkan dan dijadikan monumen untuk mengenang para korban, lalu membangun gereja ditempat lain. 


"Pendeta mengungkapkan keinginnya bahwa mungkin cara terbaik untuk bisa melanjutkan kehidupan adalah menghancurkan gereja itu dan menjadikannya taman doa," demikian pernyataa juru bicara  gereja Roger "Sing" Oldham yang dirilis USA Today. 

Dia juga mengungkapkan bahwa para jemaat "belum sempat untuk benar-benar berkabung dan membuat keputusan bersama."

"Ada banyak orang yang tidak ingin kembali kesana," demikian pernyataan Pastor Frank yang dikutip The Wall Street Journal. 

Baca juga : Kamu Sulit Mengampuni? 7 Kisah Pengampunan Ekstrim Ini Patut Dibaca


Pada hari Minggu lalu (12/11/2017), seminggu setelah peristiwa penembakan jemaat beribadah kembali, namun mereka melakukannya di lapangan baseball dengan sebuah tenda besar. Awalnya mereka akan beribadah disebuah gedung serbaguna kecil, namun karena akan banyak yang datang akhirnya mereka menggunakan tenda. 

Namun, tenda pun tidak bisa menampung semua yang hadir. Mark Collins, gembala yang dulu bertugas di gereja itu mengungkapkan bahwa ini adalah ibadah terbesar dalam 100 tahun sejarah gereja itu. 

Di tiga baris pertama duduk para korban selamat dan keluarga korban meninggal. Kebanyakan mereka datang awal dan saling memeluk dan memberikan kata-kata penghiburan. 

Baca juga : Demi Lindungi Keempat Anaknya, Wanita Ini Tewas Ditembaki Pelaku Serangan Gereja Texas


Dalam kotbahnya Pastor Frank berpesan agar komunitas di kota itu bersatu dalam iman sehingga bisa melewati peristiwa mengerikan itu. 

"Daripada memilih kegelapan seperti yang dilakukan anak muda itu, kita memilih kehidupan," demikian ungkapnya. 

Setelah itu, Gedung Gereja First Babtist untuk pertama kalinya dibuka setelah peristiwa penembakan. Namun didalamnya sudah ditransformasi menjadi tempat untuk mengenang para korban. Seluruh ruangan dari langit-langit hingga lantai dicat putih, dan di dalamnya ada 26 kursi berada di posisi dimana korban meninggal ditemukan. 

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Fred D Hunter Nainggolan 18 July 2018 - 09:43:25

Mengapa perbuatan yang salah itu tidak selalu bena.. more..

2 Answer

Wuritimur Febby 15 July 2018 - 19:49:36

Bekerja mengikuti mut

0 Answer

Nocalia Anggun Utami 14 July 2018 - 16:33:26

Bagaimana bebas dari hutang

1 Answer


Junedi fajri 18 July 2018 - 00:35:51
Saya minta didoakan agar bisa terlepas dari pengar... more..

Christa Tita 6 July 2018 - 00:22:37
Mohon dukungan doanya, saya sedang bergumul dalam ... more..

Dina Mariani 30 June 2018 - 10:27:48
Syalom... Saya mohon dukungan doa dari saudara/i y... more..

MyAryaputra 12 June 2018 - 16:39:42
Mohon dukungan doa untuk pendanaan pembelian tanah... more..

Banner Mitra Week  3


7187

advertise with us