Lori Mora

Official Writer
1904


Seorang pria bersenjata menembaki jemaat gereja First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas pada Minggu (5/11) pukul 11.30 waktu setempat. Akibatnya, sebanyak 26 jemaat gereja tewas dan sekitar 20 orang luka-luka.

Setelah diidentifikasi, salah satu korban yang tewas adalah putri dari pasangan gembala gereja Frank dan Sherri Pomeroy. Hal ini ditemukan setelah Sherri menulis pesan teks kepada media AP bahwa dia dan suaminya berada di luar kota ketika serangan terjadi.

“Kami kehilangan putri 14 tahun kami hari ini dan banyak teman-teman lainnya. Kami berdiua telah kembali ke kota untuk menyaksikan kehancuran yang terjadi. Saya sudah di bandara Charlotte untuk sesegera mungkin bisa pulang,” tulisnya.

Megan Posey, juru bicara Pusat Medis Connally Memorial, yang terletak di Floresville atau sekitar 10 mil dari gereja tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa korban yang dirawat karena luka tembak. Tapi dirinya menolak berkomentar lebih soal jumlah pasti dari korban luka-luka.

Terkait kronologi kejadian, seorang saksi mengatakan bahwa dirinya mendengar suara tembakan sebanyak 20 kali. Pelaku yang diketahui berpakaian serba hitam itu kemudian mencoba melarikan diri dengan sebuah kendaraan.

Sayangnya, pihak kepolisian Texas segera mengejarnya dan menabraknya di perbatasan Guadalupe County. Saat diperiksa, pelaku sudah tak lagi bernyawa di mobilnya. Komisaris Wilson County Larry Wiley belum memastikan apakah pelaku tewas karena bunuh diri atau ditembak oleh petugas saat pengejaran.

Serangan ini menambah catatan tragedi penembakan mengerikan yang terjadi di Amerika Serikat, menyusul serangan yang terjadi di Las Vegas pada Minggu, 1 Oktober 2017 bulan lalu.

Terkait serangan ini, Presiden Trump yang saat kejadian masih berada di Jepang menyampaikan keprihatinannya. “Semoga Tuhan bersama orang-orang Sutherland Springs, Texas. FBI & penegak hukum ada di tempat kejadian,” tulisnya lewat akun Twitter.

Sementara Gubernur Texas, Greg Abbott juga turut menyampaikan rasa dukanya. Tulisnya, “Doa kami beserta mereka yang terluka karena kejahatan ini, terima kasih kepada penegak hukum atas responnya.”

Kita semua pasti bisa merasakan kesedihan yang dialami para keluarga korban serta rasa sakit dan takut yang masih menghantui korban luka-luka. Untuk itu, mari bersatu hati  berdoa supaya Tuhan kiranya memberikan perlindungan kepada Amerika Serikat. Kiranya pemulihan juga terjadi atas para korban. 

Sumber : Berbagai Sumber/Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Mei 2


7254

Banner Mitra April Week 3