Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
1123


Dalam acara diskusi interaktif yang diadakan Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) bersama Yayasan Komunikasi Indonesia, Jumat (26/10), seorang pengusaha muda bernama Soleman Matippanna mendapatkan pertanyaan dari seorang mahasiswa STT IKAT bernama Rian tentang apakah seorang pendeta boleh terjun ke dunia usaha atau bisnis. Di hadapan para peserta yang hadir, Soleman mengatakan bahwa hal itu sebenarnya kembali kepada aturan gereja dimana pendeta itu melayani.

“Kalau misalnya pendeta di gereja saya, itu mah gak boleh. Pendetanya harus fokus. Kalau misalnya itu mungkin di GBI, maaf kalau nyebutin denominasi ya, itu dibolehin,” ujar Soleman di Gedung YKI, Jakarta Pusat.


(Dari kiri ke kanan: Pdt Jefri Tambayong, Soleman Matippanna, dan Sereida Tambunan / Sumber: Jawaban.Com)

Dalam pandangan pribadi Soleman, sesungguhnya jika pendeta terjun ke dunia usaha ada sisi positif yang didapatkan oleh yang bersangkutan.

“Positifnya dimana? Bahwa memang yang kita bicara sejahtera, punya duit, maaf kata di satu sisi mereka bisa berbuat banyak, mereka bisa berbuat lebih. Membangun gereja misalnya, tidak hanya mengandalkan kepentingan keluarga atau pun hidup keluarganya kepada gereja itu, sehingga misalnya entah ada perpuluhan, persembahan maka untuk memperbesar untuk kebesaran gereja itu,” jelas pria yang menjabat sebagai pemilik dan pimpinan di PT Rande Buana Teknik tersebut.

Baca Juga: Menyedihkan, Generasi Zaman Now di Amerika Serikat Lebih Percaya Sama Sihir Daripada Tuhan

Namun begitu, Soleman memberikan saran kalaupun pada akhirnya karena profesi kependetaan dan secara aturan gereja memang tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas selain yang berkaitan dengan jabatan yang disandangnya maka sesungguhnya semangat untuk berbisnis itu dapat ditularkan kepada orang terdekat dalam hal ini adalah istri.

Bisa catering kek, bunga-bunga, itu sangat bisa,” pungkas Soleman.

Selain Soleman Matippanna, acara bertajuk Warna Muda Indonesia tersebut juga menghadirkan dua narasumber lain yakni Jefri Tambayong (Ketua Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) dan Sereida Tambunan (Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Acara ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017.


(Sumber: Pewarna)

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Stefanus Sapta 16 January 2018 - 14:05:40

pengaruh negatif sosial media terhadap hubungan su.. more..

0 Answer

Bennett 15 January 2018 - 18:41:53

Hitunglah energi potensial benda 10kg pada ketingg.. more..

0 Answer

Yasin al farisi 15 January 2018 - 17:20:39

Dua buah gaya dikatakan seimbang bila

0 Answer


Eliseo hizkia 9 January 2018 - 20:09:12
Saya Pribadi sudah merasa begitu lelah menghadapi ... more..

Desy Natalia Putri Lumbanbatu 6 January 2018 - 23:09:26
Sebenarnya saya sudah diujung keputusasaan.. Buka... more..

Agus Hermawan 5 January 2018 - 11:47:42
Saya sudah jenuh menjalani hidup yg begini terus, ... more..

susy christina 30 December 2017 - 16:14:31
Saya LDR bertahun tahun dengan suami, kami sudah p... more..

Banner Mitra Week 2


7357

advertise with us