Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

believers24

Official Writer
2417


Dalam acara diskusi interaktif yang diadakan Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) bersama Yayasan Komunikasi Indonesia, Jumat (26/10), seorang pengusaha muda bernama Soleman Matippanna mendapatkan pertanyaan dari seorang mahasiswa STT IKAT bernama Rian tentang apakah seorang pendeta boleh terjun ke dunia usaha atau bisnis. Di hadapan para peserta yang hadir, Soleman mengatakan bahwa hal itu sebenarnya kembali kepada aturan gereja dimana pendeta itu melayani.

“Kalau misalnya pendeta di gereja saya, itu mah gak boleh. Pendetanya harus fokus. Kalau misalnya itu mungkin di GBI, maaf kalau nyebutin denominasi ya, itu dibolehin,” ujar Soleman di Gedung YKI, Jakarta Pusat.


(Dari kiri ke kanan: Pdt Jefri Tambayong, Soleman Matippanna, dan Sereida Tambunan / Sumber: Jawaban.Com)

Dalam pandangan pribadi Soleman, sesungguhnya jika pendeta terjun ke dunia usaha ada sisi positif yang didapatkan oleh yang bersangkutan.

“Positifnya dimana? Bahwa memang yang kita bicara sejahtera, punya duit, maaf kata di satu sisi mereka bisa berbuat banyak, mereka bisa berbuat lebih. Membangun gereja misalnya, tidak hanya mengandalkan kepentingan keluarga atau pun hidup keluarganya kepada gereja itu, sehingga misalnya entah ada perpuluhan, persembahan maka untuk memperbesar untuk kebesaran gereja itu,” jelas pria yang menjabat sebagai pemilik dan pimpinan di PT Rande Buana Teknik tersebut.

Baca Juga: Menyedihkan, Generasi Zaman Now di Amerika Serikat Lebih Percaya Sama Sihir Daripada Tuhan

Namun begitu, Soleman memberikan saran kalaupun pada akhirnya karena profesi kependetaan dan secara aturan gereja memang tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas selain yang berkaitan dengan jabatan yang disandangnya maka sesungguhnya semangat untuk berbisnis itu dapat ditularkan kepada orang terdekat dalam hal ini adalah istri.

Bisa catering kek, bunga-bunga, itu sangat bisa,” pungkas Soleman.

Selain Soleman Matippanna, acara bertajuk Warna Muda Indonesia tersebut juga menghadirkan dua narasumber lain yakni Jefri Tambayong (Ketua Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) dan Sereida Tambunan (Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Acara ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017.


(Sumber: Pewarna)

Sumber : Jawaban.Com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Barrydonald 19 October 2018 - 09:07:23

Tritunggal

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:31:06

Bisa dapat wanya terima kasih

0 Answer

Hanny Najoan 19 October 2018 - 08:23:48

Wa dimana

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week 2


7273

Konselor