Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
10538


Setelah sukses diadakan di 15 kota di Indonesia, acara Kebaktian Nasional Reformasi 500 tahun di D.I Yogyakarta yang rencananya diadakan pada Jumat (20/10 – hari ini, red), justru mengalami pembatalan. Terkait hal ini, pihak Pendeta Dr. Stephen Tong pun mengeluarkan press release.


(Ilustrasi Rasisme dan Intoleransi)

Berikut klarifikasi resmi dari Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI):

Melalui surat ini, Kami dari Pihak Panitia Pusat Kebaktian Nasional Reformasi 500 Tahun memberikan klarifikasi resmi perihal Kebaktian Nasional Reformasi 500 – Yogyakarta, yang direncanakan pelaksanaannya pada tanggal 20 Oktober 2017, pk. 18.30 WIB, di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Demi ketentraman kehidupan bermasyarakat dan beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang plural di hari depan, demi dalam menegakkan supremasi hukum di NKRI, demi menjaga Bhinneka Tunggal Ika di NKRI, serta demi tidak terulang lagi tindakan intoleransi yang melawan hukum oleh pihak mana pun di NKRI yang kita kasihi, Kami, Panitia Pusat Kebaktian Nasional Reformasi 500 Tahun dengan sangat kecewa mengumumkan tidak dilaksanakannya kegiatan ini di DI Yogyakarta seperti yang telah direncanakan semula di Stadion Kridosono, pada tanggal 20 Oktober 2017, pk. 18.30 WIB. Adapun seluruh persiapan Kebaktian sudah dikerjakan oleh Panitia Lokal sejak Mei lalu, baik Rekomendasi dari Bimas Kristen DI Yogyakarta, Rekomendasi dari Polsek dan Polres, serta Surat Pemberitahuan ke Polda DI Yogyakarta, demikian juga seluruh kewajiban dalam penyewaan Stadion Kridosono sudah terpenuhi. Dengan demikian Kami sudah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada pasal 1320 KUHPerdata dalam hal penyewaan Stadion Kridosono. Namun penyewaan Stadion Kridosono dibatalkan secara sepihak pada tanggal 12 Oktober 2017 (hanya 8 hari dari hari pelaksanaan), dengan alasan situasi DI Yogyakarta yang sedang tidak kondusif dan adanya surat pernyataan keberatan yang ditujukan kepada Polda DI Yogyakarta. Pembatalan sepihak dikonfirmasikan kembali secara tertulis pada tanggal 17 Oktober 2017 (3 hari dari hari pelaksanaan) setelah diadakan dialog sebelumnya.

Kami sangat menyesalkan adanya kesimpulan berkenaan dengan situasi keamanan DI Yogyakarta – sebagai daerah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia – yang diambil oleh bukan pihak berwajib, dan menjadikannya alasan penolakan. Hal ini dapat mencoreng citra NKRI yang ramah dan toleran di dunia internasional, khususnya citra DI Yogyakarta.

Kami juga mengklarifikasikan bahwa Pdt. Dr. Stephen Tong selama 60 tahun lebih pelayanan beliau tidak pernah melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) penyembuhan fisik seperti yang disebutkan dalam surat dari dua Ormas beberapa waktu belakangan ini. Pdt. Dr. Stephen Tong hanya melakukan KKR yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada Allah Tritunggal. Hal ini terbukti beberapa tahun terakhir di DI Yogyakarta sendiri, seperti Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) yang diadakan di Stadion Kridosono pada tahun 2014 dan 2015, dan 139 kota lainnya di seluruh Indonesia. Dengan demikian, keberatan dengan alasan kesembuhan sebagai bentuk pemurtadan dari pihak mana pun lebih bersifat rekayasa intoleran daripada didasarkan adanya fakta objektif, dan merupakan suatu kesalahmengertian yang sangat fatal.

Kami sangat sedih dan kecewa atas keputusan ini yang mengakibatkan ribuan umat Tuhan di DI Yogyakarta dan sekitarnya tidak dapat menjalankan ibadah Peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja Tuhan (kota ke-16 dengan 15 kota sebelumnya yang sudah berjalan dengan baik) yang merupakan rangkaian peringatan di 17 kota di seluruh Indonesia dan 22 kota lainnya di luar negeri, seperti di London, New York, Washington DC, San Fransisco, Sydney, Melbourne, Taipei, Singapura, Kuala Lumpur, dan lainnya, yang diselenggarakan oleh STEMI, yang merupakan bagian dari Peringatan Internasional Reformasi 500 Tahun Gereja Tuhan (http://refo500.com). Kami sangat prihatin akan kondisi keberpihakan kepada kelompok intoleran dengan mengatasnamakan keamanan dan kedamaian di NKRI yang terus terjadi. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan kita ke depan demi kemajuan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam mempertahankan Indonesia yang toleran serta Bhinneka Tunggal Ika.

 

Kontak:

Sekretariat STEMI

Email: [email protected]


Baca juga: Jangan Pelit Puji Istri! Inilah 4+1 Ayat Alkitab yang Jadi Dasarnya

 

Sangat disayangkan praktik-praktik intoleransi masih terjadi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, adalah tugas kita bersama yakni orang-orang yang menyadari bahwa kehidupan Bhinneka Tunggal Ika adalah keistimewaan dari negeri ini, untuk tetap mempertahankan dan merawatnya sekuat tenaga kita.    

Sumber : Press Release STEMI

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Mikey Oei 20 November 2017 - 21:25:50

Kenapa dalam Mat 27 : 44 tertulis berbeda dengan L.. more..

0 Answer

Zidan 20 November 2017 - 05:55:45

Apa saja yang termasuk perilaku menghardik anak ya.. more..

1 Answer

Trivandi Sipahutar 19 November 2017 - 20:54:10

Doa bagi para remaja yang terlibat sex bebas

1 Answer


Marusaha F S 18 November 2017 - 12:09:03
Minta bantu doa utk pekerjaan, dan agar hutang hut... more..

DEDEN SURYADI 16 November 2017 - 03:02:20
Sya minta dukungan doa untuk bisa memiliki rumah d... more..

Leticia 15 November 2017 - 11:34:48
Teman2 JC tolong doakan saya supaya dapat pekerjaa... more..

REANI 10 November 2017 - 16:22:17
saya minta dukungan doa dari teman teman untuk sao... more..

Banner Mitra Week  3


7333

advertise with us