Tidak Hanya di Gereja, 3 Pendeta Ini juga Jadi Jawaban untuk Sekitarnya

Tidak Hanya di Gereja, 3 Pendeta Ini juga Jadi Jawaban untuk Sekitarnya

Budhi Marpaung Official Writer
3820

Status sebagai pendeta selalu identik dengan gedung gereja dan pelayanan khotbah di mimbar. Namun, ternyata tidak semua, yang melayani hanya di ruangan ibadah. Beberapa dari mereka justru turut terjun menjawab persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Jawaban.Com berhasil mendapatkan tiga nama pendeta yang dimaksud. Siapa saja mereka?

1. Lee Jong-rak

Berawal dari peristiwa menemukan seorang bayi yang ditinggalkan sendirian di depan pintu rumahnya, pendeta Lee Jong-rak dan istri terdorong untuk menolong kehidupan bayi-bayi yang ditelantarkan di Seoul, Korea Selatan.

Akhirnya mereka berdua menciptakan konsep “kotak bayi” sebuah bilik kecil di mana orang tua dapat meninggalkan bayi yang tidak mereka inginkan, dan mereka akan diurus dengan baik oleh pasangan suami istri ini.

Berdasarkan laporan Time, dari antara tahun 2009 sampai 2016, lebih dari 1.000 bayi yang ditempatkan di kotak bayi.

“Orang-orang mengklaim bahwa saya mempermudah orangtua yang tak menginginkan bayinya dan ingin membuangnya. Tapi, siapa lagi yang akan merawat bayi-bayi yang dibuang dan ditelantarkan ini?” ujar Jong-rak seperti dilansir erabaru net

Jong-rak dan istri akhirnya mendirikan sebuah panti asuhan yang diberi nama “Jusarang,” yang berarti “kasih Tuhan.”


(Lee Jong-rak / sumber: erabaru.net)

2. Keith Hebden

Keputusan Pemerintah Inggris yang menolak untuk mereformasi kebijakan membantu masyarakat miskin mendapat makanan pada 2014 lalu, menggerakkan pendeta Keith Hebden melakukan aksi puasa selama 40 hari.

Adapun aksi yang dilakukan Hebden dengan 43 pemimpin Kristen, mereka sebut sebagai bagian dari kampanye melawan kelaparan di tanah Britania.

“Kita harus menghentikan dan menyadari kelaparan yang mulai menggerogoti di tengah-tengah kehidupan kita," ujar Hebden.

Gerakan yang diberi nama End Hunger Fast ini mendesak Perdana Menteri Inggris saat itu, David Cameroon, mengeluarkan kebijakan yang memastikan bahwa setiap warga mendapat cukup makanan.

3. Mario Sims

Pada saat hendak memulai membuka pelayanan sendiri di South Bend, Amerika Serikat, Mario Sims dan Istri menemukan banyak sekali tuna wisma yang ada di sekitar lokasi tempat pelayanan yang akan mereka bangun tersebut. Melihat fakta tersebut, mereka mendapat sebuah keyakinan bahwa kehadiran mereka di sana adalah untuk menjawab kebutuhan orang-orang di sekitar (dalam hal ini para tuna wisma).

Dengan segala sumber daya yang ada, sejak pelayanan dibuka maka pintu mereka pun turut terbuka untuk para kaum tuna wisma tinggal dan bisa tidur dengan nyaman di sana.

Baca juga: Inilah Jawaban Alkitab Mengapa Orangtua Kristen Wajib Tanamkan Nasionalisme Kepada Anak!

Masih banyak sebenarnya para pendeta yang menjadi jawaban bagi sekitarnya. Ini masih segelintir saja. Namun sebenarnya, setiap kita yang mengaku pengikut Kristus mempunyai panggilan yang sama. Kita adalah terang dan garam dunia. Kita adalah jawaban bagi permasalahan yang ada di sekitar kita. Sudahkah kita melakukannya? Semoga sudah!

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami