Pelayanan Kekerasan jadi Tema Besar Kongres Pastoral Asia Pasifik 2017 di Indonesia

Pelayanan Kekerasan jadi Tema Besar Kongres Pastoral Asia Pasifik 2017 di Indonesia

daniel.tanamal Official Writer
2044


Untuk yang ke-11 kalinya, Kongres Pastoral Asia Pasifik 2017 (APCPC) diadakan dan kali ini Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah di Jakarta, setelah 20 tahun sebelumnya menjadi penyelenggara di Bali. Kongres yang dihelat oleh Asosiasi Pastoral Indonesia (API) ini bertujuan untuk melatih dan membina para pelayan dan lembaga pastoral di seluruh dunia.

Pelayanan pastoral terhadap kasus kekerasan, menjadi tema besar yang akan dibahas pada Selasa-Jumat, 19-22 September 2017 di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara. Menurut Ketua Umum Pengurus API, Pendeta Daniel Susanto, tema besar ini telah dipilih melalui pertimbangan matang dan melihat bahwa kekerasan menjadi kasus yang menjadi persoalan akhir-akhir ini.

“Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga didunia, dengan aksi-aksi teror oleh para teroris. Kepedulian inilah yang coba ditingkatkan melalui pelayanan pastoral dengan memberdayakan orang-orang yang terlibat didalamnya. Mereka perlu dibekali agar kehidupan mereka dapat bertumbuh dengan baik,” katanya dalam konferensi pers di GKI Menteng, Selasa (5/9/2017).

Dipaparkan juga bahwa Pelayanan Pastoral dan Kekerasan itu akan dibagi menjadi tiga bidang utama, yaitu Pelayanan Pastoral dan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan/Keluarga, Pelayanan Pastoral dan Kekerasan terhadap Masyarakat/Politik, dan juga Pelayanan Pastoral dan Kekerasan terhadap lingkungan.

Menurut Ketua Panitia Kongres (APCPC) 2017, John Livingstone Wuisan, M.Min, panitia sangat optimis bahwa kongres ini akan berlangsung sukses. “Sebagai tuan rumah, Asosiasi Pastoral Indonesia akan mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Diharapkan, kongres kali kedua di Indonesia ini dapat dihadiri sekitar 200 peserta dari Indonesia dan 50 peserta dari mancanegara. Selain itu panitia juga menyediakan beasiswa untuk beberapa peserta dari luar negeri,” ujarnya.

Acara kongres ini direncanakan akan dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM RI mewakili pemerintah RI dan akan dihadiri oleh para pejabat terkait dan para pemimpin lembaga tertinggi, para dosen sekolah tinggi teologi, pimpinan sinode dan para pelayan serta para aktivis gereja.


Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami