Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
4787


Penyakit mematikan nggak seharusnya bersarang di tubuh anak-anak seusianya. Tapi Wang Yue, gadis cilik 7 tahun asal Henan, China ini harus menerima kenyataan bahwa dirinya berbeda dari anak kebanyakan. Dia didiagnosa menderita Osteoporosis, suatu penyakit dimana tulang-tulangnya rapuh dan mudah patah.

Nasib pun seolah tak berpihak kepada Wang. Sebab kesembuhan seakan mustahil dia alami. Salah satu alasannya adalah karena kondisi orang tuanya yang hidup serba pas-pasan.

Meski penyakit itu menimbulkan rasa sakit yang tak tertahan. Tapi Wang Yue nggak pernah mengeluh sekalipun. Dia bahkan selalu menolak kalau orangtuanya hendak membawa Wang ke rumah sakit.  

Penolakan Wang pun bukan karena tanpa alasan. Dia menolaknya karena merasa nggak tega sama kondisi keuangan keluarga. Apalagi sang ayah harus banting tulang mengumpulkan uang demi bisa menyembuhkan penyakit Wang.

Nggak tanggung-tanggung, Wang bahkan menolak operasi transplantasi sumsum tulang belakang yang sudah didapatkan sang ayah. Biaya operasi ini memang nggak sedikit. Karena sang ayah harus mencari uang sebesar 1 miliar rupiah untuk operasi ini.

Sementara ayahnya saat itu baru punya sekitar Rp 400 juta. Itu artinya, sang ayah masih perlu mengumpulka uang sebesar Rp 600 juta. Sanak saudaranya pun nggak mampu menolongnya untuk menutupi sisa biaya yang belum ada.

Menyadari kesulitan yang dihadapi sang ayah, Wang pun mengatakan jika ia tidak ingin diobati atau dioperasi. Kata Wang, “Karena kita tidak bisa meminjam uang yang banyak itu, aku akan menyerah dengan pengobatan ini. Aku punya sedikit uang tabungan, ayah bisa menggunakannya untuk menyelamatkan dan merawat adik.

“Aku sudah besar, tak masalah jika tidak menjalani pengobatan. Ini uang yang sudah aku tabung, ambil saja dan gunakan sebaik-baiknya."

Sambil membawa celengan miliknya, Wang memberikan uang koin yang telah ditabungnya kepada sang ayah. Air mata sang ayahpun tiba-tiba menetes membasahi wajahnya. Momen ini begitu mengharukan dan menyayat hati. Di satu sisi, sang ayah terharu dan di sisi lain dia begitu tak berdaya menyaksikan putrid kecilnya harus menahan rasa sakit karena penyakitnya itu.

 

Bahan Renungan

Kisah Wang Yue mengingatkan kita bahwa kasih sejati itu rela berkorban. Kasih itu rela menderita demi orang yang dia kasihi. Inilah yang juga dilakukan Yesus untuk kita. Dia rela disalibkan dan mati demi menebus kita dari belenggu dosa yang mematikan. Apakah kamu bisa membayangkan bahwa Wang Yue ibarat Yesus yang tersalib di kayu salib? Mari merenungkan kisah ini dalam hidup kita hari ini!

Sumber : Worldofbuzz.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Romian David Nababan 20 August 2017 - 15:46:42

lowongan pekerjaan

0 Answer

Albert 20 August 2017 - 13:35:50

Maaf saudara,bisakah aku bertanya yg menyangkut ma.. more..

1 Answer

stardust 19 August 2017 - 13:51:32

Saya ingin bunuh diri.. Ditengah semua masalah ken.. more..

2 Answer


Jimmy Sumampouw 21 August 2017 - 04:19:39
Saya kemasukan roh halus dalam tubuh saya dan roh ... more..

Franche Monay Manullang 15 August 2017 - 10:44:33
Syalom Bpk/Ibu. saya mohon dukungan doa, agar agar... more..

Tuliswan Pedro 15 August 2017 - 02:38:44
Tolong doakan agar karya SASTRA Fabel saya diterbi... more..

hendrik hutahaean 14 August 2017 - 04:23:31
Shalom JC... Saya Hendrik Hutahaean mohon bantuan ... more..

Banner Mitra Week  3


7288

Banner Mitra Week  3