Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
5234


Penyakit mematikan nggak seharusnya bersarang di tubuh anak-anak seusianya. Tapi Wang Yue, gadis cilik 7 tahun asal Henan, China ini harus menerima kenyataan bahwa dirinya berbeda dari anak kebanyakan. Dia didiagnosa menderita Osteoporosis, suatu penyakit dimana tulang-tulangnya rapuh dan mudah patah.

Nasib pun seolah tak berpihak kepada Wang. Sebab kesembuhan seakan mustahil dia alami. Salah satu alasannya adalah karena kondisi orang tuanya yang hidup serba pas-pasan.

Meski penyakit itu menimbulkan rasa sakit yang tak tertahan. Tapi Wang Yue nggak pernah mengeluh sekalipun. Dia bahkan selalu menolak kalau orangtuanya hendak membawa Wang ke rumah sakit.  

Penolakan Wang pun bukan karena tanpa alasan. Dia menolaknya karena merasa nggak tega sama kondisi keuangan keluarga. Apalagi sang ayah harus banting tulang mengumpulkan uang demi bisa menyembuhkan penyakit Wang.

Nggak tanggung-tanggung, Wang bahkan menolak operasi transplantasi sumsum tulang belakang yang sudah didapatkan sang ayah. Biaya operasi ini memang nggak sedikit. Karena sang ayah harus mencari uang sebesar 1 miliar rupiah untuk operasi ini.

Sementara ayahnya saat itu baru punya sekitar Rp 400 juta. Itu artinya, sang ayah masih perlu mengumpulka uang sebesar Rp 600 juta. Sanak saudaranya pun nggak mampu menolongnya untuk menutupi sisa biaya yang belum ada.

Menyadari kesulitan yang dihadapi sang ayah, Wang pun mengatakan jika ia tidak ingin diobati atau dioperasi. Kata Wang, “Karena kita tidak bisa meminjam uang yang banyak itu, aku akan menyerah dengan pengobatan ini. Aku punya sedikit uang tabungan, ayah bisa menggunakannya untuk menyelamatkan dan merawat adik.

“Aku sudah besar, tak masalah jika tidak menjalani pengobatan. Ini uang yang sudah aku tabung, ambil saja dan gunakan sebaik-baiknya."

Sambil membawa celengan miliknya, Wang memberikan uang koin yang telah ditabungnya kepada sang ayah. Air mata sang ayahpun tiba-tiba menetes membasahi wajahnya. Momen ini begitu mengharukan dan menyayat hati. Di satu sisi, sang ayah terharu dan di sisi lain dia begitu tak berdaya menyaksikan putrid kecilnya harus menahan rasa sakit karena penyakitnya itu.

 

Bahan Renungan

Kisah Wang Yue mengingatkan kita bahwa kasih sejati itu rela berkorban. Kasih itu rela menderita demi orang yang dia kasihi. Inilah yang juga dilakukan Yesus untuk kita. Dia rela disalibkan dan mati demi menebus kita dari belenggu dosa yang mematikan. Apakah kamu bisa membayangkan bahwa Wang Yue ibarat Yesus yang tersalib di kayu salib? Mari merenungkan kisah ini dalam hidup kita hari ini!

Sumber : Worldofbuzz.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Doma Santika Malau 22 October 2017 - 21:19:46

Doa untuk mempunyai anak

0 Answer

Silvi Kirey 22 October 2017 - 04:55:26

Apakah saya bisa menikah dengan yang beda agama de.. more..

1 Answer

Basaria Sitohang 22 October 2017 - 01:40:48

bagaimana mengenal diri sendiri

1 Answer


evelina 19 October 2017 - 15:25:05
kiranya Tuhan Yesus berkenan membuka hati lelaki y... more..

ARI 19 October 2017 - 08:25:34
Dear Team Prayer, dukung saya dalam doa untuk sua... more..

Veronica Sitanggang 18 October 2017 - 21:15:29
Bantu dukungan doanya agar Tuhan memenangkan jiwa ... more..

Dessy Sitohang 16 October 2017 - 20:16:48
Saya mohon bantu doa nya agar saya diangkat jadi S... more..

Banner Mitra Week 4


7313

advertise with us