Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Contributor
5811


Sudah hampir dua pekan kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS menyerang kota mayoritas Muslim yang berpenduduk 200.000 jiwa, Marawi, Filipina. Kelompok teroris ini juga dilaporkan sudah menimbun persenjataan dan makanan di ruang bawah tanah dan masjid-masjid untuk mempersiapkan pengepungan jangka panjang di kota tersebut.

Baru-baru ini juga dikabarkan bahwa kelompok ini telah menghancurkan banyak rumah ibadah umat Kristiani. Seperti dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Amaq News Agency, menunjukkan aksi brutal teroris ISIS di sebuah Gereja Katolik pada Minggu, 4 Juni 2017 lalu. Di sana tampak beberapa anggota ISIS memasuki gereja dan menghancurkan ikon keagamaan seperti patung Bunda Maria dan Salib Yesus. Mereka juga merobek poster Paus Fransiskus yang tertempel di dinding gereja tersebut dan membakar tumpukan gambar, teks dan sejumlah benda di dekat altar (lihat videonya DI SINI).

Belum diketahui pasti lokasi gereja tersebut. Tapi diyakini bahwa aksi itu dilakukan di Filipina Selatan dimana pasukan pemerintah terlibat baku tembak dengan kelompok Abu Sayyaf dan Maute pada Minggu (4/6) lalu.

Kelompok ISIS ini diduga telah banyak menyandera warga, termasuk seorang imam Katolik. Dalam sebuah video yang dipublikasikan kelompok teroris ini, Pendeta Teresito Suganob yang disandera menyampaikan bahwa dirinya ditawan bersama dengan 200 sandera lainnya. Melalui video tersebut, mereka mengancam akan membunuh semua sandera jika pemerintah tidak menghentikan serangan.

Uskup Agung Socrates Villegas, ketua Koferensi Waligereja Filipina bahkan mencela tindakan ISIS tersebut. Dia meminta supaya teroris tersebut mengembalikan pelayan gereja, yang sama sekali tidak terkait dengan konflik yang tengah mereka hadapi.

Sementara Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia tidak akan bernegosiasi dengan teroris yang telah berafiliasi dengan kelompok ISIS. Dia juga memerintahkan pasukannya untuk menyerang kelompok bersenjata itu jika mereka mencoba membunuh para sandera.

Pasukan pemerintah pun tidak tinggal diam. Dua pekan sudah mereka mencoba merebut kembali kota dengan cara mengepung seluruh pulau Mandanao, yang merupakan markas kelompok Maute. Namun hingga kini kelompok tersebut masih tetap bertahan menguasai jantung kota. Sayangnya, hal ini justru menjadi kendala bagi pemerintah untuk mengeluarkan ribuan warga sipil yang masih terjebak di rumah-rumah mereka sampai saat ini.

Aksi brutal yang dilakukan kelompok ISIS yang berbasis di Suriah ini memang sudah mulai meluas bahkan sampai ke Asia Tenggara. Ini saatnya bagi kita untuk tetap waspada dan mulai bertindak dalam doa, meminta supaya Tuhan pemimpin atas bangsa-bangsa berdaulat dalam kuasa-Nya. Mari berdoa juga supaya bangsa kita, Indonesia mulai meningkatkan pertahanan dan keamanan demi mencegah masuknya serangan ISIS.

Sumber : Daily Mail/Kompas


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

C N Kaunang 29 February 2020 - 10:29:37

anak menentang

0 Answer

Blante Reynaldy Sirait 29 February 2020 - 00:05:48

Kemalasan

0 Answer

Abram is 28 February 2020 - 19:37:25

Makanan

0 Answer


adiek sheptina 25 February 2020 - 10:15:45
Saudara, mohon bantuan doa utk saya yang mencari p... more..

Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7268

Banner Mitra Februari 2020 (3)