Budhi Marpaung

Official Writer
5337


Sejak mencuat, kasus hukum yang dialami oleh Basuki Tjahaja Purnama terus mendapat sorotan baik dalam maupun luar negeri. Terakhir ini adalah keputusan Ahok untuk mencabut memori banding atas vonis hakim kepadanya.

Terkait hal ini, Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PGI, Jeirry Sumampouw menyatakan ada banyak pelajaran penting yang bisa diambil dari kasus yang menimpa mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Pertama, orang bersih yang secara nyata bekerja untuk masyarakat sulit sekali memperoleh kesempatan untuk bekerja dan melayani masyarakat.

“Saya kira kasus ini memperlihatkan semakin sulit orang-orang yang bersih, yang jelas melakukan sesuatu untuk masyarakat untuk menduduki jabatan-jabatan politik karena lawannya terlalu banyak dan melawannya juga menggunakan dengan isu-isu yang punya resiko bagi proses kebangsaan kita secara umum,” ujar Jeirry kepada Jawaban.Com dalam wawancara via telepon, Selasa (23/5).

Kemudian, pelajaran selanjutnya adalah penggunaan politik SARA menjadi sesuatu yang marak dan seolah-olah tidak bisa dihentikan.

“Dan ini berbahaya bagi masa depan kita karena akan ada Pilkada tahun ini dan tahun depan kemudian Pemilu 2019. Kalau ini menjadi pola, ini saya kira berbahaya karena itu kita belajar dari kasus ini, saya kira kita harus mengerahkan energi bangsa ini untuk melakukan perlawanan terhadap itu,” jelas Jeirry.

Lebih jauh dijelaskan oleh Kepala Humas PGI, bahwa politik SARA dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama berpotensi untuk memecah belah bangsa. “Oleh karena itu, tidak boleh kita biarkan dan harus digagas untuk melawan di hari-hari yang akan datang khususnya di peristiwa-peristiwa politik atau Pilkada dan Pemilu yang akan kita lakukan ya, tahun ini, tahun depan, dan tahun 2019,” urai Jeirry.  

Terakhir atau pelajaran ketiga, Jeirry menyatakan bahwa faktor-faktor politik menjadi faktor yang sangat kuat pengaruhnya dalam proses-proses hukum di Indonesia.

“Bahkan dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama, proses-proses politik itu menjadi sangat dominan, yang mempengaruhi proses dan keputusan hukumnya. Karena itu kita sebetulnya mempertanyakan ya dalam konteks sekarang ini dengan proses-proses hukum ke depan. Karena berbahaya kalau proses-proses hukum kalah dengan proses-proses politik. Hukum kalah oleh politik, itu saya kira tentu bisa berakibat sesuatu yang fatal bagi masa depan bangsa ini,” pungkas Jeirry.

Sumber : Jawaban.Com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7246

Banner Mitra Juli 1-2