Sembari Ucapkan Selamat, Paus Fransiskus Juga Sampaikan Ini ke Presiden Terpilih Prancis

Sembari Ucapkan Selamat, Paus Fransiskus Juga Sampaikan Ini ke Presiden Terpilih Prancis

Lori Official Writer
2281

Dalam sebuah telegram yang dikirimnya pada Selasa (16/5) kemarin, Paus Fransiskus menyampaikan selamat kepada presiden terpilih Prancis Emmanuel Macron. Selain itu, Paus juga menyematkan pesan penting kepada sang presiden bahwa dia berdoa agar terus mendukung ‘tradisi Katolik’ di Prancis.

“Saya berdoa semoga Tuhan memimpin Anda sehingga negara Anda, yang kaya akan keragaman tradisi moral dan warisan spiritual kekristenan, selalu berusaha untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan ikatan persaudaraan yang erat,” tulisnya.

Paus juga melanjutkan bahwa menghormati perbedaan di tengah kehidupan masyarakat Prancis akan berkontribusi pada kerja sama dan solidaritas antar negara.

Dalam rangka pelantikan Presiden Prancis ke-25 yang berlangsung pada 14 Mei 2017 lalu, Paus mengirim harapannya supaya Macron bekerja untuk melayani rakyatnya. Paus menilai penting bagi pemerintah baru ini untuk mengapresiasi dan membela martabat semua orang, termasuk menjaga kehormatan seseorang dan menciptakan perdamaian bersama di seluruh Eropa dan dunia.

Paus lalu mengakhiri telegram singkatnya dengan memberikan salam hangat kepada Macron dan seluruh warga Prancis.

Belum diketahui soal respon Emmanuel Macron terhadap telegram pribadi Paus ini. Tapi sebagaimana diketahui, telegram yang berisi dukungan untuk mendukung ‘tradisi Katolik’ di Prancis jelas sangat bertolak belakang dengan kehidupan rohani Macron sendiri, yang disebut-sebut sebagai seorang penganut Katolik yang mati oleh penulis biografinya Marc Endeweld. Dia dikenal memang tidak secara aktif mempraktikkan imannya, tapi pengaruhnya terhadap budaya dan berbagai aspek sangat kuat.

Macron yang menganut prinsip sekularisme Prancis tampaknya tetap menghormati orang-orang dengan prinsip keagamaan tertentu. Dia bahkan pernah menyampaikan supaya semua orang diberi kebebasan dalam menjalankan keyakinan agamanya.

Kita stetap punya harapan yang sama seperti Paus, supaya Presiden Prancis yang baru berusia 39 tahun ini bisa membawa bangsa ini menjadi negara aman bagi semua warganya yang berasal dari beragam keyakinan.

Sumber : Breitbart.com/Chatolicnewsagency.com
Halaman :
1

Ikuti Kami