Lori Mora

Official Writer
2313


Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyerukan kondisi darurat keamanan selama tiga bulan ke depan setelah serangan bom terjadi di dua gereja Kristen Koptik Mesir sekaligus tepat saat perayaan Minggu Palma pada Minggu, 9 April 2017.  Serangan brutal bom bunuh diri ini menewaskan setidaknya 44 orang dan lebih dari 100 orang luka-luka.

Ledakan pertama terjadi di Gereja St George di kota Delta Nil Tanta dan menewaskan sedikitnya 27 orang dan 78 lainnya luka-luka. Ledakan terjadi di dalam gereja dan seperti yang tampak dalam pemberitaan bagian ruang gereja dipenuh tubuh tak bernyawa yang berceceran darah. 

Menyusul satu jam kemudian ledakan yang terjadi di Katedral St. Mark di pesisir Alexandria, Mesir. Serangan ini terjadi setelah Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria baru saja selesai memimpin ibadah Minggu Palma. Akibatnya dari serangan ini sedikitnya 17 orang tewas termasuk tiga diantaranya adalah polisi dan 48 lainnya luka-luka.

Sesaat setelah serangan, departemen keamanan Mesir segera membentuk ruang gawat darurat. Presiden el-Sisi juga memerintahkan rumah sakit militer dioperasikan untuk proses perawatan korban.

Seperti diketahui, serangan yang terjadi di kota Tanta, Aleksandria ternyata sudah yang kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu 10 hari terakhir. Pasalnya, tepat pada 31 Maret lalu, serangan bom serupa terjadi di pusat pelatihan kepolisian Mesir dan menyebabkan 16 orang luka-luka.

Menanggapi pernyataan media tersebut, Presiden el-Sisi dengan tegas mengutuk pelaku karena telah menimbulkan kekacauan terhadap kestabilan di negaranya. “Mesir telah menggagalkan rencana dan upaya dari beberapa negara dan fasis, organisasi teroris yang mencoba mengendalikan Mesir,” ucap el-Sisi.

Pemimpin tinggi Islam Sunni Mesir, Imam Besar Ahmed el-Tayeb bahkan mengutuk serangan itu. Dia menyebut serangan itu sebagai ‘bom terorisme keji’ yang ditargetkan kepada warga sipil yang tidak berdosa.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan Mesir

Kantor berita Aamaq memberitakan bahwa kelompok teroris ISIS telah mengakui sebagai dalang di balik dua serangan gereja Mesir tersebut. Hal ini diketahui setelah ISIS menayangkan sebuah video yang berisi ancaman serangan terhadap kelompok Kristen di Mesir.

ISIS juga telah mengakui serangan sebelumnya yang terjadi di Katedral Ortodoks Koptik St Mark di Kairo pada bulan Desember 2016 lalu, yang menewaskan sekitar 30 orang.

Dikhawatirkan serangan saat ini menjadi dampak dari peperangan yang dilakukan ISIS terhadap pasukan keamanan di Semenanjung Sinai.  Sehingga ISIS memindahkan fokus serangan kepada warga sipil Mesir.

“Teroris kembali menyerang Mesir lagi, kali ini di hari Minggu Palma. Sesuatu yang menjengkelkan tapi upaya yang gagal melawan semua orang Mesir,” kata Ahmed Abou Zaid, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir.

Ini adalah serangan bom yang dilakukan ISIS untuk yang kedua kalinya terhadap gereja Kristen Koptik Mesir selama enam bulan terakhir.

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bestina 123 1 April 2020 - 06:38:40

Apa arti Tuhan mengindahkan Elkana dan Hana

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:45:14

Cara bebas utang kartu kredit

0 Answer

Sriyanna 31 March 2020 - 23:44:30

Cara bebas utang

0 Answer


Dans Beem 23 March 2020 - 22:36:34
Dsni saya memohon agar abang saya di doain, untuk ... more..

Nining Bella 23 March 2020 - 01:52:16
shallom saudara seiman,..saat ini keluargaku terli... more..

Edward Harjono 17 March 2020 - 22:54:24
Dukung doa anak saya Evan spy komitment dalam renc... more..

adiek sheptina 25 February 2020 - 10:15:45
Saudara, mohon bantuan doa utk saya yang mencari p... more..

advertise with us


7268

advertise with us