Terlalu Tersiksa Akibat Teror ISIS, Gereja Mesir Kutuk Kelompok Ini

Terlalu Tersiksa Akibat Teror ISIS, Gereja Mesir Kutuk Kelompok Ini

Lori Official Writer
3579

Gereja Mesir sudah terlalu gerah dengan teror dari kelompok teroris ISIS terhadap komunitas-komunitas Kristen di Mesir. Penduduk El-Arish, sebuah kota yang terletak di pantai Utara Sinai, Mesir merasakan betul ancaman dan serangan ini. Akibatnya, mereka harus melarikan diri dan meninggalkan rumah masing-masing.

Kejadian menyedihkan bahkan dialami Nabila Fawzy, seorang wanita yang menyaksikan langsung pembunuhan anak dan suaminya. Dia mengaku kejadian itu terjadi ketika kelompok ISIS memasuki rumah mereka. Saat pintu dibuka oleh anaknya, salah satu dari dua pria bertopeng langsung menembak kepalanya. Tanpa ampun, kelompok ini pun kemudian menembak suaminya. Mereka diduga adalah anggota kelompok teroris garis keras itu.

Tindakan brutal itupun dikutuki keras oleh gereja-gereja Mesir. Gereja protestan Mesir mengaku sedih dengan tindakan pembunuhan brutal yang menargetkan warga Kristen di Arish dan kota-kota tetangga. Akibat ancaman ini banyak warga yang kemudian mengungsi dari Sinai Utara.

Gereja-gereja Protestan dari Kairo, yang terdiri dari tiga komunitas yaitu Gereja Kasr el Doubara, Gereja Injili dari Ismailia, dan Evangelical Moukatam, telah menyambut para pengungsi. Mereka diberi makanan, tempat tinggal dan pakaian. Tindakan kemanusiaan ini dibantu oleh Kementerian Solidaritas Mesir, Kementerian Perumahan dan Departemen Pendidikan untuk menyediakan perumahan, pendidikan pengganti dan menjamin hari libur bagi semua pekerja yang melarikan diri dari pekerjaan mereka.

Serangan terhadap komunitas Kristen Koptik, yang mewakili sekitar 10 persen dari mayoritas penduduk Muslim Mesir, telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir ini, terutama setelah ISIS merilis sebuah video yang menampilkan tentang aksi mereka menargetkan komunitas Kristen. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan sejak 30 Januari dan pemboman ISIS di Gereja Koptik Kairo pada Desember 2017 lalu.

“Komunitas Kristen di Mesir telah menghadapi penganiayaan selama berabad-abad, dan terutama dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini mendorong iman, doa dan semangat. Itulah sesuatu yang kita banggakan dan memberikan inspirasi,” ucap Uskup Angaelos, Uskup Utama Gereja Ortodoks Koptik di Inggris. 

Sumber : Christiantoday.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami