Pertama Kali, Museum Vatikan dan Yahudi Pamerkan ‘Kaki Dian’ Bait Suci

Pertama Kali, Museum Vatikan dan Yahudi Pamerkan ‘Kaki Dian’ Bait Suci

Lori Official Writer
7238

Menorah, benda bersejarah Kristen berusia 2000 tahun yang ditemukan oleh seorang arkeolog dari rumah ibadah Israel di kota Magdala akan ditampilkan dalam pameran seni untuk pertama kalinya oleh Museum Vatikan dan Komunitas Yahudi Roma.

Di pameran yang bertajuk ‘Menorah: Worship, History and Myth’ (Menorah: Pujian, Sejarah dan Mitos) ini berbicara soal sejarah dari tujuh ‘Kaki Dian’ yang disebutkan dalam Wahyu. Pameran ini rencananya akan digelar pada 15 Mei-23 Juli ini. Nantinya, Menorah akan ditampilkan bersama dengan 130 item lainnya, termasuk lukisan, dokumen dan lilin kuno.

Pameran ini dibuka oleh Kepala Bagian Promosi Persatuan Kristen Vatikan sekaligus Kepala Pemimpin Agama Roma, Kardinal Kurt Koch dan Pejabat Museum Vatikan dan Yahudi, Riccardo Di Segni.

Dalam sambutannya, Koch menyampaikan bahwa Menorah adalah warisan rohani Gereja Katolik dan menjadi jembatan penghubung antara Vatikan dan komunitas Yahudi. “Ini adalah inisiatif yang menarik dari sudut pandang budaya dan simbolisme ideologi. Meskipun Menorah pada dasarnya dianggap sebagai simbol Yahudi, tapi benda itu juga mengukir sejarah bagi dunia kekristenan,” ucap Koch.

Melalui pameran ini, gereja Katolik dan Yahudi hendak memecahkan misteri di balik peristiwa pencurian Menorah atau Kaki Dian dari Bait Suci Allah kedua di Yerusalem oleh tentara Romawi pada abad ke-5. Setelah beberapa waktu lamanya hilang, Menorah kembali ke Roma sekitar tahun 70 Masehi.

Selain itu, pameran ini juga ditujukan untuk mengakhiri konflik agama yang selama ini muncul. “Kami ingin melakukan pameran ini untuk menunjukkan bahwa kami bisa melakukan sesuatu yang positif bersama-sama dan ada sejarah panjang 2000 tahun yang bisa jadi acuan kami,” tandas Arnold Nesselrath, wakil Direktur Museum Vatikan.

Dalam sejarahnya, Kaki Dian ini dijadikan sebagai simbol budaya dan agama yang kuat bagi orang Yahudi selama masa Kekaisaran Romawi. Mereka bhakan membuat tiruan Menorah aslinya dan diletakkan di kuburan, sarkofagus dan di pinggiran kota.

Sumber : Religionnews.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami