Franklin Graham Tegaskan Larangan Pengungsi ke AS Bukan dari Alkitab

Internasional / 31 January 2017

Franklin Graham Tegaskan Larangan Pengungsi ke AS Bukan dari Alkitab

Lori Official Writer
2816

Franklin Graham, penginjil dan pemimpin organisasi amal Kristen Purse Samaritan Internasional, mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pelarangan pengungsi dari tujuh negara, yaitu Irak, Iran,Sudan, Suriah, Lybia,  Somalia dan Yaman, masuk ke AS bukan isu yang ada dalam Alkitab. Dalam wawancara eksklusifnya bersama media CBN pada Jumat, 27 Januari 2017 pekan lalu, Trump mengatakan dirinya akan melarang pengungsi masuk ke Amerika selama empat bulan ke depan.

Graham mengatakan tak ada masalah dengan rencana Gedung Putih mencegah pengungsi yang melarikan diri dari ancaman perang di Suriah. Larangan ini dinilai hanya sebagai tindakan untuk melindungi negara dari bahaya, dan hal itu sama sekali ‘bukan isu Alkitab’.

“Ini bukan perintah alkitabiah bagi negara untuk membiarkan semua orang datang. Kita ingin mengasihi orang-orang, kita ingin bermurah hati kepada orang-orang, kita ingin memberi perhatian, tapi kita punya negara, dan negara harus punya peraturan dan undang-undang yang berkaitan dengan imigrasi dan saya pikir kita harus mengikuti hukum tersebut. Karena bahaya yang saat ini kta lihat di dunia, kita perlu berhati-hati,” ucap Graham, seperti dilansir Christiandaily.com.

Graham menambahkan, meskipun proses pemeriksaan pengungsi akan memakan banyak waktu, tapi hal ini perlu dilakukan untuk menjadi negara yang lebih baik.

Sayangnya, banyak orang yang kemudian mempertanyakan nilai-nilai kebenaran yang disampaikan putra penginjil besar Billy Graham ini. Karena pandangan itu dinilai mengacu pada dukungan terhadap kebijakan Trump. Terlebih, karena kebijakan itu dinilai bertentangan dengan tujuan organisasi Purse Samaritan yang dijalankannya untuk membantu orang-orang asing yang hidup dalam bahaya.

Seorang teman Facebook Graham bernama Imran Khan membuat komentar terkait sikap dukungan terhadap larangan pengungsi ini. Dia menulis, “Etika apa yang Anda ambil tentang situasi ini? Bagaimana Kristus akan menangani situasi pengungsi Suriah? Dengan mengusir mereka pergi karena dugaan teroris atau mengulurkan tangan-Nya yang penuh kasih kepada mereka yang diusir dari negaranya? Apakah Dia mendukung mereka Kekristenan Trump, selama Anda memilih menolak aborsi, Anda bisa menutup mata terhadap penindasan pada perempuan dan anak-anak Muslim, menempatkan kecurigaan kepada orang lain karena mereka berbeda agama dan mengusir mereka di saat mereka membutuhkan?”

Khan menegaskan kalau orang Kristen yang mengesampingkan cinta dan empati terhadap sesama manusia bukanlah Kristen.

Seperti diketahui, pernyataan Graham yang terkesan pro terhadap kebijakan Trump ini tidak lain dipengaruhi oleh sikap dukungannya terhadap pemerintahan Trump. Hal ini sudah tampak sejak pemilu dan ikut dalam kesempatan untuk membacakan Alkitab saat acara pelantikan Donald Trump.

Meskipun Graham menilai larangan tersebut tidak bertentangan dengan Alkitab, protes besar-besaran terhadap pemberlakuan peraturan tersebut tetap saja terjadi. Banyak orang yang melakukan protes di bandara-bandara AS pada 29 Januari 2017.

Sumber : Gospelherald.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami