Paus Fransiskus : Tak Ada Gunanya ke Gereja Kalau Tak Lakukan Ini…

Internasional / 17 January 2017

Kalangan Sendiri

Paus Fransiskus : Tak Ada Gunanya ke Gereja Kalau Tak Lakukan Ini…

Lori Official Writer
10064

Lagi-lagi pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus melontarkan pesan yang menohok ke jemaatnya. Kali ini dia menyampaikan beberapa pesan soal kebiasaan beribadah jemaat Katolik di Guidonia, Roma saat kunjungannya pada Minggu, 15 Januari 2016 lalu. Dia menyampaikan, adalah kesia-siakan belaka pergi ke gereja jika ternyata tidak melakukan ajaran baik dalam kehidupan sehari-hari sesuai yang tertulis dalam Alkitab.

“Jika saya mengatakan saya adalah seorang Katolik dan mengikuti misa, tapi di sisi lain saya tidak berbicara dengan orang tua saya, membantu kakek-nenek saya atau orang miskin, pergi dan menjenguk orang-orang sakit, hal ini tidak membuktikan keyakinan saya, tidak ada gunanya,” kata Paus kepada jemaat di Guidonia, sebuah desa terpencil di dekat Roma.

Paus menyebut orang-orang seperti itu adalah ‘Kristen beo’ yang hanya terus berdoa dan pandai berkata-kata saja. Tapi tidak mencerminkan perbuatan baik dalam hidupnya sebagai pelayan Tuhan. “Iman Kristen dinyatakan dengan tiga hal: kata-kata, hati, dan tangan,” ucapnya.

Pesan lain yang juga disampaikannya adalah perihal mengampuni. Paus mengingatkan supaya setiap orang mau mengampuni. Mengampuni mungkin hal yang sangat sulit dilakukan, tapi bagaimanapun orang Kristen harus mengampuni orang lain yang sudah menyakiti atau merancangkan suatu kejahatan.

“Saya kenal seorang wanita tua yang kuat, ceria, dimana suaminya selalu memukuli dia. Anda harus selalu memaafkan tapi kadang kala melupakan mungkin sulit. Saat Anda berperang dengan seseorang, hati Anda terluka oleh kebencian dan permusuhan, dan luka-luka itu bisa menyakitkan. Tapi Anda perlu mengampuni mereka dan tidak pergi menghadap orang itu untuk memaafkannya seperti seorang musuh,” terang Paus Fransiskus.

Dengan jujur, Paus mengaku bahwa dia juga kadang kala bisa mengalami masa saat sedang berada di ‘momen kegelapan’. Hal itu terjadi dengan mudah saat imannya lemah. “Beberapa waktu kita tidak bisa melihat iman, semua tampak berada dalam kegelapan. Tapi dari waktu ke waktu kita akan menemukan (iman) itu kembali. Kita memahami bahwa ada kegelapan, kita harus menghormati sisi gelap di dalam jiwa kita. Kita tidak belajar untuk memperoleh iman, kita menerimanya sebagai sebuah hadiah,” tandasnya.

Mungkin banyak diantara kita yang berpikir bahwa asal rajin saja ke gereja itu sudah cukup membuktikan bahwa kita adalah orang-orang Kristen. Tapi nyatanya ibadah kita bukan hal yang utama yang dinilai Tuhan. Karena Dia menghendaki kita hidup seperti Kristus yang mengasihi sesama sebagaimana Dia mengasihi Allah. Karena itu ibadah kita kepada Tuhan harus selaras dengan tindakan, perkataan dan perbuatan kita. 

Sumber : Rt.com/Independent.co.uk
Halaman :
1

Ikuti Kami