PGI Himbau Semua Pihak Hindari SARA dalam Pilkada

Nasional / 17 October 2016

Kalangan Sendiri

PGI Himbau Semua Pihak Hindari SARA dalam Pilkada

daniel.tanamal Official Writer
2669

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Gomar Gultom menghimbau agar seluruh pihak, terutama masyarakat luas untuk dapat menahan diri dan saling menjaga menjelang kontestasi Pilkada saat ini. Terlebih dirinya meminta agar masyarakat jangan trpancing berbuat kekerasan ataupun SARA.

"Kami berpesan kepada segenap warga masyarakat untuk menghindarkan diri dari segala macam kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan modal," katanya saat pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama dalam penyampaian pesan menjelang pilkada serentak 2017 dikantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Jakarta, Senin (17/10/2016).

Eskalasi politik di ibukota dan juga didaerah, dinilai oleh para tokoh lintas agama dalam kondisi yang memprihatinkan. Menurut Gomar, kondisi saat ini, berpotensi mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik. "Pada giliran berikutnya dapat menggoyahkan sendi kesatuan dan persatuan bangsa," tambahnya.

Selain itu Gomar juga mengimbau kepada pemerintah untuk segera hadir mengatasi gejala pertentangan dalam kehidupan masyarakat, baik melalui pendekatan pencegahan maupun penanggulangan masalah. Selain itu dirinya juga berpesan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk dapat melaksanakan pilkada sesuai hukum secara konsisten.

"Kami mengajak seluruh umat berbagai agama untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan masing-masing agar bangsa Indonesia terhindar dari malapetaka perpecahan, dan ancaman dari dalam dan luar negeri," ujar Gomar.

Pertemuan itu sendiri dihadiri Presidium Inter-Religious Council (IRC) Indonesia Din Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja Indonesia Edy Purwanto, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Suhadi Sendjaja, dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Uung Sendana.


Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami