12 Hal Penting Yang Harus Dihindari Orangtua Dalam Merawat Anak

12 Hal Penting Yang Harus Dihindari Orangtua Dalam Merawat Anak

Milna Contributor
7081

Salah satu anugrah terindah yang diberikan Tuhan YME bagi orangtua yaitu memiliki anak. Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Setiap orang tua pasti mengharapkan anak yang memiliki budi pekerti yang baik, santun dalam bertuturkata, sopan dengan orang yang lebih tua, berpendidikan, dan berhasil dalam segala hal, serta sukses dimasa depan. Untuk itu orangtua dituntut untuk merawat anak dengan sebijaksanan mungkin. Terkait dengan perkembangan zaman saat ini banyak orangtua yang masih belum memahami bagaimana merawat anak agar anak tumbuh dewasa dengan menjadi orang yang memiliki pendidikan dalam segala hal.

 Agar harapan tersebut terwujud, orangtua harus memahami hal-hal apa saja yang harus dihindari dalam merawat anak agar mereka tumbuh dewasa sesuai dengan harapan. Karena satu saja salah dalam merawat anak, sama dengan menjerumuskan anak ke jalan yang salah. Sebab orangtua adalah panutan dan pendidikan utama bagi seorang anak.

Untuk itu, berikut adalah 12 hal penting yang harus dihindari orangtua dalam merawat anak.

1. Kurangnya Perhatian Terhadap Anak karena Sibuk Bekerja

Masalah pekerjaan orangtua sering menjadi faktor utama hilangnya waktu oangtua dalam merawat anak. Memang bekerja adalah salah satu hal yang wajib dilakukan orangtua untuk mencukupi kebutuhan anak. Untuk itu, jika orangtua diharuskan tetap bekerja agar dapat mencukupi kebutuhan anak ada baiknya jika dipikirkan dari jauh hari untuk mengatur waktu yang tepat antara bekerja dan merawat anak. Walaupun sibuk bekerja luangkan waktu untuk tetap menghubungi anak dan menanyakan kabarnya kapanpun dimanapun.

Kurangnya perhatian yang diberikan orangtua dalam merawat anak sangat berpengaruh dengan prilaku anak. Saat tumbuh besar mereka akan sering keluar rumah dan bergaul dengan orang di luar karena kurangnya perhatian dari orangtuanya sendiri.

Tentu saja hal ini harus dihindari bagaimanapun juga pendidikan anak dimulai sejak dini. Untuk itu jangan sering meninggalkan mereka terlalu lama untuk alasan pekerjaan. Perhatian orangtua adalah salah satu langkah agar mengenali karakter anak dan memahami apa yang diinginkan oleh anak.

2. Mempekerjakan anak

Seiring berkembangnya zaman, semakin besar pula meningkatnya kebutuhan. Tuntutan faktor ekonomi sering menjadi alasan utama salahnya langkah orangtua dalam merawat anak. Misalnya dengan menjadikan anak sebagai pengemis, pengamen, pencopet, pencuri, dan lain-lain. Hal ini tentu saja harus dihindari karena besar pengaruhnya dengan masa depan anak.

Akan jadi apa anak di masa depan, nilai-nilai kebaikan harus diterapkan sejadik dini serta menjauhkan anak dari perilaku yang berbau kejahatan.

3. Menuruti Semua Permintaan Anak

Dapat menuruti semua permintaan anak adalah harapan semua orangtua. Namun, orangtua tidak boleh terlalu menuruti semua permintaan anak. Sebab terlalu sering menuruti permintaan anak akan menjadikan mereka pribadi yang manja dan tidak bisa mandiri.

Orangtua haruslan mengajarkan anak untuk memperoleh sesuatu dengan usaha mulai sejak dini agar mereka menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

4. Terlalu Memanjakan Anak

Hal ini harus dihindari orangtua karena berpengaruh dengan sikap dan perilaku anak. Mereka akan terbiasa bergantung dengan orangtua dalam mendapatkan sesuatu tanpa usaha. Bahkan, anak tidak akan bisa menghormati orang tua sepenuhnya serta berani menentang orang tua jika mereka terlalu sering dimanjakan.

5. Terlalu Otoriter

Orangtua memang selalu menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Namun bukan berarti harus menentang semua keinginan anak terutama dalam mengasah bakat yang mereka miliki. Hal ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari banyak orangtua yang kurang memahami bakat yang dimiliki anaknya sehingga memberi keputusan sesuai dengan kemauan orangtua.

Misalnya saat anak memulai masuk ke Universitas banyak orangtua yang terlalu otoriter dalam memasukan anak ke jurusan pilihan orangtua sendiri yang mungkin bertentangan dengan passion yang dimiliki anaknya. Akibatnya anak akan merasa tertekan selama menjalani masa kuliah karena belajar di bidang yang bukan mereka kuasai.

Terlalu banyak menuntut anak di luar batas minat dan kemampuannya dapat menbuat anak stres, depresi, tertekan dan bahkan menjadi pemberontak.

6. Kurang Memberikan Contoh yang Baik

Orangtua merupakan pendidikan utama anak sejak dini dan merupakan pendidikan informal bagi anak. Untuk itu mulailah tanamkan nilai-nilai yang positif jika tidak ingin anak salah langkah di masa depan. Mulai dari pendidikan agama, pendidikan karakter, pendidikan akademis, dan non akademis. Karena apapun yang dilakukan orangtua baik perilaku atau tuturkata akan ditirukan anak hingga mereka besar.

7. Menyerahkan Pengasuhan Anak kepada Orang Lain Tanpa Kontrol

Kesibukan orangtua yang tinggi sering memaksa mereka untuk menyerahkan pengasuhan kepada orang lain. Menyerahkan pengasuhan tanpa kontrol sangat tidak baik untuk psikologi anak. Anak tidak akan mengenal orangtua mereka dengan baik dan meganggap orang yang mengasuhnya adalah orangtua utama mereka.

8. Kurang Memperhatikan Pergaulan Anak

Jika anak sudah tumbuh dewasa orangtua tidak akan selalu mengikuti kemanapun anak mereka pergi. Namun, orangtua harus benar-benar memperhatikan dengan siapa anak mereka bergaul.

Terkain dengan kemajuan teknologi di zaman yang serba modern ini angka cybercrime semakin meningkat. Untuk itu selalu pantau aktifitas anak kapanpun dimanapun. Termasuk kapasitas pemakaian gadget dan penggunaan sosial media.

9. Mengajarkan Kehidupan Konsumtif

Perilaku hidup konsumtif adalah hal yang negatif untuk anak. Orangtua tidak perlu memberikan uang jajan yang berlebihan dan mengajarkan mereka dengan gaya hidup mewah. Hal ini akan membuat mereka menjadi pribadi yang boros dan menganggap semua dapat dibeli dengan uang tanpa usaha dan kerja keras. Usahakan untuk mengajarkan mereka cara menabung mulai sejak dini untuk menghindari pola hidup konsumtif anak di masa depan.

10. Sering Membeda-Bedakan Anak

Orangtua tidak boleh membeda-bedakan anak karena mereka adalah anugerah dari Tuhan yang harus dirawat sampai kapanpun. Apalagi  membeda-bedakan anak yang satu dengan yang lainnya. Bagaimanapun kondisi anak, mereka harus tetap dijaga dan dirawat.

11.  Mengucapkan Kata-Kata yang Kurang Baik

Memarahi anak yang melakukan kesalahan adalah salah satu kewajiban orangtua. Namun orangtua perlu mengontrol tutur kata mereka saat marah. Hindari mengucapkan kata-kata yang kurang baik yang dapat membuat anak kecewa. Lebih parah lagi jika anak menirukan ucapan kata-kata yang kurang baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

12. Mencampuri Urusan Rumah Tangga Anak

Saat anak mulai dewasa dan menikah orangtua tidak boleh terlalu mencampuri urusan rumah angga mereka. Untuk menghindari adanya masalah yang lebih besar lagi.

Nah, 12 hal penting di atas harus dihindari oleh orangtua dalam merawat anak. Menanamkan nilai positif dan pendidikan yang baik akan mewujudkan harapan orangtua untuk memiliki anak dengan pribadi dan perilaku yang baik. Untuk itu hindari hal-hal diatas dan ajarkan nilai-nilai pendidikan agama, pendidikan akademis dan nonakademis, serta pendidikan karakter kepada mereka mulai sejak dini.

Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan berbagi kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan menguploadnya langsung melalui fitur Berani Bercerita di Jawaban.com, info lebih jelas KLIK DISINI.

Halaman :
1

Ikuti Kami