Irmawati: Saya Bisa Melihat Tubuh Saya yang Sedang Dioperasi

Irmawati: Saya Bisa Melihat Tubuh Saya yang Sedang Dioperasi

Budhi Marpaung Official Writer
20765
Hari itu, Irmawati sedang berada di kantor. Pada saat sedang bekerja seperti biasa, kepalanya tiba-tiba pusing berat, rasanya seperti tertimpa barang berat. Pandangan pun kian lama kian gelap.

Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan hasil medis, pembuluh darahnya pecah dan harus segera dioperasi. Tindakan medis pun diambil.

Ketika operasi dilakukan, sesuatu yang supra alami terjadi. “Roh saya seperti keluar dari tubuh saya ketika dioperasi karena saya melihat tubuh saya dioperasi. Saya sempat memanggil ipar saya, ‘mana kokoh?.’ Tapi mereka diam aja, nangis,” ujar Irma.

Kemudian Irma berjalan menuju sebuah tempat gelap dan mengerikan. Di situ ia melihat orang-orang. Belum sampai ia melangkah, ada sebuah tangan yang menariknya dan menunjukkan sebuah arah yang lain.

Irma pun mengikuti perkataan sosok yang ia tidak kenal tersebut. Ketika ia melangkah masuk, ia ternyata berada di tempat yang terang. Di sebuah taman dimana di situ ia mendengar ada nyanyian-nyanyian puji yang indah kepada Tuhan.

“Di situ saya merasa sembuh, saya merasa bebas, ada kedamaian yang belum pernah saya rasakan. Yang di mimbar, ada satu cahaya yang lebih besar, bangkit dan sepertinya berbicara kepada orang yang mengikuti saya untuk melarang saya maju ke depan,” tutur Irma.

Seperti layaknya anak kecil, Irma menangis di rumput sejadi-jadinya. Ia mau ke depan. Namun, sesosok orang menarik tangannya dan ia mendengar ada orang-orang yang berdoa untuknya termasuk ibunya.

Irma kemudian teringat dengan suami dan anak-anak yang ia cintai. Sebuah doa pun ia panjatkan kepada Tuhan.

“Tuhan, saya percaya darah Yesus berkuasa menyelamatkan saya. Dan oleh bilur-Nya, saya percaya Dia bisa menyembuhkan saya,” ungkap Irma.

Masa operasi akhirnya terlewati dengan baik. Di dalam kondisi yang masih lemah, suster menyuruh Irma untuk tidur lagi. Ketika ia sedang beristirahat, ia melihat ada roh lain yang masuk ke dalam ruangan ICU. Roh tersebut menyuruhnya untuk ikut dengan dia. Namun, Irma dengan sekuat tenaga menolak.

Roh tersebut akhirnya pergi mengunjungi para pasien yang ada di samping kanan dan kiri Irma. Kedua pasien tersebut pun mengajaknya untuk ikut dengan mereka. Matanya kemudian terbuka. Ia tersadar dari tidurnya. Namun, ia bertanya-tanya dalam hati, benarkah itu hanya mimpi?

Keesokan hari, dokter dan perawat mengunjunginya. Sang dokter memeriksa keadaannya. Dari hasil pemeriksaan, dokter memberitahu kepadanya dan suami bahwa kalau pun hidup, ia akan mengalami kelumpuhan total.

Sesudah hari kunjungan dokter, Irma mengobrol dengan sang suami. Ia mempertanyakan tentang keberadaan dua pasien yang sekamar dengannya. Sang suami berkata bahwa kedua pasien tersebut telah meninggal dunia. Irma tidak terkejut karena ia sudah tahu bahwa mereka pasti sudah tidak ada di dunia ini.

Mengenai keadaan jantung yang sempat menyebabkan pembuluh darahnya pecah, Irma harus menunggu beberapa waktu lagi di rumah sakit. Sebab, dokter mau memeriksa dirinya, untuk memastikan apakah ia perlu untuk dioperasi atau tidak.

Setelah melalui pengecekan, ternyata dokter memastikan bahwa ia tidak perlu untuk dioperasi karena keadaan jantungnya normal kembali. Irma sungguh bersukacita akan berita itu.

Dengan hati yang mengarah kepada Tuhan, ia mengimani bahwa ia akan sembuh, bukan hanya 50 persen, tetapi total 100 persen.

Hari berganti hari. Terapi demi terapi yang memang harus dilewati, ia jalani. Tuhan sungguh menunjukkan mujizatnya di dalam kehidupan Irmawati. Dari yang tidak bisa sama sekali bergerak, ia mulai bisa menggerakkan kaki dan tangannya. Bukan hanya itu saya, ia pun mampu berjalan selayaknya orang pada umumnya.

“Saya pernah mengalami kematian, tetapi karena Yesus memberikan kesempatan satu lagi supaya saya memberitakan hanya di dalam Kristus Yesus saja, ada keselamatan dan hanya di dalam Kristus Yesus, orang bisa memiliki kerajaan surga,” pungkas Irmawati.

Sumber : Irmawati

Ikuti Kami