Ulang Tahun ke-14 Gereja Rakyat tetap Fokus Layani Kaum Marjinal

Ulang Tahun ke-14 Gereja Rakyat tetap Fokus Layani Kaum Marjinal

daniel.tanamal Official Writer
2879


Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Gereja Rakyat rayakan ulang tahun ke-14 dengan mengadakan ibadah syukur di Gedung LAI, Salemba Jakarta Pusat. Semangat pelayanan yang diusung oleh Gereja Rakyat pun tidak berubah, yaitu fokus melayani kaum marjinal, kaim miskin kota yang terpinggirkan dan tidak tersentuh oleh gereja-gereja besar.

“Kami Gereja rakyat tetap berfokus untuk melayani mereka yang terabaikan, tidak tersentuh oleh gereja-gereja (dalam tanda petik) yang hanya memprioritaskan jemaat menengah ke atas. Gereja harus menjadi jawaban bagi kotaNya, bagi kaum miskin kota dengan melayani mereka, dengan berbgai strategi, terutama adalah membuka hati bagi mereka,” ujar Gembala Gereja Rakyat, Pendeta Shephard Supit, Minggu (25/9).

Ketua dari Himpunan Warga Gereja Indonesia (Hagai) ini menyebut bahwa saat ini diperkirakan jemaat Gereja Rakyat yang tersebar berjumlah 15 ribu orang. Namun dirinya menegaskan bahwa dengan jumlah sebesar itu, tidak terpikir untuk membuka cabang, namun lebih kepada bermitra kepada gereja-gereja yang sudah ada. “Kami tidak bermaksud untuk membuka cabang. Cukup untuk membantu gereja-gereja yang sudah ada saja,” jelasnya.

Fokus pelayanan terhadap kaum miskin ini dijabarkan lebih jauh oleh Shephard yaitu dengan tindakan nyata seperti memperlengkapi jemaat dengan pelatihan dan juga akses terpenuhinya hak-hak sipil mereka sebagai warganegara. “Kami ingin semua warga gereja membuka pikiran bahwa yag terpenting dalam pelayanan kepada jemaat adalah bahwa mereka mendapat kepastian keselamatan, perubahan hidup dan seperti di Gereja Rakyat, kita melakukan pelatihan, kita bantu (pengurusan administratif) pernikahan mereka supaya legal, agar mereka hak-hak sipilnya dipenuhi. Itu bukan hanya tugas LSM tapi gereja juga harus punya tanggung jawab disitu,” tambahnya.

Terakhir Shephard menghimbau agar setiap gereja-gereja di Indonesi untuk mau membuka mata, membuka diri dan juga membuka hati terhadap setiap persoalan yang berada diluar tembok gereja. Sebuah domain vital yang kerap tak tersentuh dan dilupakan gereja sebagai perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi ini.



Sumber : Jawaban.com | Daniel Tanamal
Halaman :
1

Ikuti Kami