Tiongkok Larang Ada Aktifitas Doa di Rumah Sakit

Tiongkok Larang Ada Aktifitas Doa di Rumah Sakit

Mega Permata Official Writer
2838

Usaha Tiongkok menindas kaum minoritas tak pernah berhenti, setelah sebelumnya melakukan pencopotan salib-salib dari semua gereja di negeri tirai bambu itu, kini pihak pemerintah Partai Komunis kembali membuat larangan, yaitu melarang ada aktifitas doa di rumah sakit. Dilansir dari Christiantoday, rumah sakit di provinsi timur Tiongkok telah melarang semua jenis kegiatan keagamaan, termasuk menerima pendeta untuk memberitakan kabar baik dan mendoakan yang sakit. 

Selama dua tahun terakhir pemerintah Provinsi  Zhejiang telah melaksanakan kampanye melawan kehadiran Kekristenan. Pemerintah Zhejiang telah menginformasikan bahwa saat ini semua bentuk kegiatan keagamaan dilarang di rumah sakit umum di negara ini. Salah satunya adalah rumah sakit Wenzhou Central Hospital yang mengumumkan dengan menempelkan pemberitahuan tersebut di dinding, dan meminta perawat dan pekerja medis lainnya untuk menginformasikan kepada pasien serta pengunjung.

Daerah Wenzhou, di Provinsi Zhejiang, telah dijuluki sebagai Yerusalem Tiongkok karena memiliki begitu banyak aktivitas misionaris di masa lalu dan sekarang memiliki sekitar satu juta orang Kristiani tinggal di kota tersebut. “Kegiatan keagamaan di rumah sakit tidak pernah didukung. Tetapi beberapa berdoa dalam hati dan dapat dimengerti karena di sisi lain kita semua di sini mendukung pasien. Tapi ada saja yang membuat kebisingan dengan membaca Alkitab atau berdoa dengan keras dan hal itu tidak baik,” ucap seorang karyawan yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip Christiantoday.

International Christian Concern sebagai badan amal yang berbasis di AS, mengatakan, “Setelah pembongkaran salib dan gereja-gereja di provinsi Zhejiang, Pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk menargetkan rumah sakit. Sebagian besar rumah sakit di wilayah ini pada dasarnya dijalankan oleh organisasi keagamaan. Partai Komunis Tiongkok menentukan Zhejiang menjadi garis depan pertempuran mereka untuk melenyapkan kekristenan dari daerahnya.”

China Aid juga menyoroti salah satu provinsi di Tiongkok yang mengancam umat Kristen tidak akan menerima tunjangan hari tua bila tetap menjadi jemaat gereja bawah tanah. (Baca: Gawat, Tunjangan Hari Tua Umat Kristen di Tiongkok Terancam Dipotong).

Sumber : ChristianToday/Jawaban.com

Ikuti Kami