Tiongkok Tuai Kritik Atas Hukuman Para Pemimpin Gereja

Tiongkok Tuai Kritik Atas Hukuman Para Pemimpin Gereja

Mega Permata Official Writer
1904

Tiongkok kembali menerima kritikan dari berbagai pembela hak asasi manusia atas hukuman yang dijatuhkan kepada dua pemimpin gereja dan dua aktivis lainnya ditahan pada tahun lalu saat pemerintah melakukan tekanan politik secara nasional.

Amerika Serikat dan beberapa pendukung hak asasi manusia mengecam Tiongkok karena menghukum para pemimpin gereja rumah yaitu Hu Shigen dan Gou Hongguo, serta pembela hak asasi manusia Zhai Yanmin dan pengacara hak asasi manusia Zhou Shifeng atas tuduhan subversi minggu lalu. (BACA: Pemimpin Besar Gereja Tiongkok Ini Kembali Ditangkap).

Pengadilan di Tianjin menjatuhkan hukuman kepada Hu (61), seorang penatua gereja, penjara selama tujuh setengah tahun di Hari Rabu, sementara Gou (55), seorang aktivis Kristen divonis tiga tahun hukuman percobaan, pada Jumat lalu.

Pengadilan itu juga memvonis Zhai (55) dengan hukuman percobaan selama tiga tahun, dan Zhou (52) direktur dari badan hukum Fengrui juga menerima hukuman tujuh tahun penjara.

“Setelah lebih dari 12 bulan dari penangkapan sewenang-wenang itu dan menahan di ‘penjara gelap’ tanpa adanya pengacara yang sah atau kunjungan keluarga, pengadilan yang tergesa-gesa ini dan hukuman yang keras, jelas merupakan tindakan politik dan penganiayaan agama,” ucap Bob Fu, Presiden China Aid, dikutip dari Chinaaid.org.

Bob Fu juga mengutip pernyataan dari Amerika Serikat, Senator Marco Rubio dan Perwakilan Christopher Smith, dua pemimpin Congressional-Executive Commission on China (CECC), bahwa tindakan pengadilan tersebut sebagai penghinaan terhadap keadilan. Smith menggambarkan proses pengadilan sebagai sebuah pengakuan sandiwara dan pertunjukkan pengadilan. Smith memperingatkan bahwa ini akan mengikis kedudukan global Tiongkok dan juga kepercayaan terhadap Presiden Xi Jinping tentang penegakan hukumnya. Rubio juga menambahkan bahwa situasi di Tiongkok terus memburuk dan tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban sejak tindakan keras politik dilakukan.

Bob Fu dan Smith, keduanya akan mendesak AS dan para pemimpin dunia untuk mengekspresikan keprihatinan ini bersamaan dengan pertemuan KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan depan. Mark Turner, juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga mengutuk tuduhan itu sebagai ketidak-jelasan dan tampaknya sebagai motif politik belaka. 

Sumber : Christianheadlines/Chinaaid.org/Jawaban.com

Ikuti Kami