Selalu Dianiaya, Umat Kristen Koptik di Mesir Protes Keras

Selalu Dianiaya, Umat Kristen Koptik di Mesir Protes Keras

daniel.tanamal Official Writer
2227
Umat Kristen Koptik di Mesir menyerukan protes keras terhadap pemerintah atas terus berlanjutnya penganiayaan dan keterlambatan pihak keamanan dalam mencegah tindak kekerasan yang dilakukan warga mayoritas terhadap umat Kristen Koptik

Protes keras itu disampaikan oleh Uskup Macarius dari Minya, menyusul dua insiden kekerasan sektarian yang terjadi di wilayah itu. Selain itu dirinya juga mengomentari pernyataan Mufti Mesir, Shawky Allam, yang meminta agar warga 'menahan diri'. "Kemarahan memuncak dan otoritas terlambat mengambil langkah-langkah. Memberi penghiburan saja tidak cukup," katanya dalam pernyataan yang disampaikan kepada media Mesir, Al Ahram, pada hari Selasa (19/7).

Insiden kekerasan di Minya itu terjadi dimana pada Minggu (17/7), keluarga dua imam di desa Tahna El-Jabal diserang oleh penyerang bersenjatakan pisau dan tongkat. Mereka membunuh seorang pria berusia 27 tahun dan melukai tiga orang lainnya, termasuk seorang perempuan.

Menurut saksi mata, serangan dimulai adu argumen antara laki-laki muda Muslim dan anak-anak Kristen di  sebuah gang  di desa. Pihak-pihak yang bersengketa kemudian melibatkan keluarga anak-anak Kristen, termasuk anak seorang gembala pada gereja setempat.

Pada bulan Mei, warga Muslim membakar tujuh rumah warga Kristen dan menyerang  seorang ibu tua warga Kristen. Dia ditelanjangi di depan umum. Serangan lain terjadi di Desa El-Karm, di Minya yang  dipicu oleh rumor bahwa orang itu memiliki hubungan terlarang dengan seorang perempuan Muslim.

Insiden kekerasan sektarian telah sering terjadi selama beberapa tahun terakhir. Warga Kristen, yang merupakan sekitar 10 persen dari 90 juta jiwa penduduk Mesir, telah lama mengeluhkan diskriminasi dan serangan sektarian di negara itu.


Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami