Karena Ingin Bangun Gereja, 80 Rumah Di Bakar Massa Oleh Muslim Mesir

Karena Ingin Bangun Gereja, 80 Rumah Di Bakar Massa Oleh Muslim Mesir

Mega Permata Official Writer
2476


Diketahui sejumlah umat Muslim membakar dan menjarah rumah sekitar 80 keluarga Kristen di Al-Beida, Mesir. Mereka umat Muslim melakukannya karena sebagai balasan atas bangunan di salah satu desa dijadikan gereja untuk umat Kristen beribadah, Jumat lalu.

Salah satu warga umat Kristen, Mousa Zarif, sambil mengingatnya, ia mengatakan, “Pada jumat sore, setelah sholat Jumat siang, banyak Muslim fanatik berkumpul di depan rumah baru sepupu saya, Naim Aziz, selama kontruksi karena rumor tersebar di desa bahwa bangunan itu akan berubah menjadi sebuah gereja.”

Zarif menambahkan, “Mereka meneriakkan slogan-slogan menolak kami, sologannya adalah ‘tidak berarti akan ada gereja di sini…”

ICC (International Christian Concern) mencatat bahwa orang-orang Kristen di desa, merupakan minoritas penduduk seperti mereka di seluruh wilayah Mesir yang mana tidak ada gereja terdekat dan harus melakukan perjalanan sejauh 4 mil untuk menemukan rumah ibadah.

Setelah mencari tahu tentang rencana perubahan bangunan dijadikan tempat gereja, sejumlah massa akhirnya menghancurkan semua bahan konstruksi dan melukai Aziz dan sepupunya, Mousa. Mereka kemudian menjarah dan membakar semua rumah umat Kristen dan properti di daerah sekitarnya dan menyebabkan orang-orang Kristen mengamankan diri.

Fr. Karas Naser, Imam dari Holy Virgin dan gereja Archangel Michael Koptik yang datang ke desa dengan mobil, mengamankan dan menyelamatkan mereka dari bahaya yang serius oleh umat Muslim radikal.

“Kami sedih dan frustasi untuk komunitas Kristen di Al-Beida dan aksi teror yang dialami. Polisi dan pemerintah berwenang di Mesir tidak bisa membiarkan serangan ini dibiarkan begitu saja dikarenan korban berasal dari agama minoritas,” ucap William Stark sebagai pimpinan daerah bagian Asia Selatan.

“Hal ini amat buruk bahwa para korban serangan tersebut didakwa dengan hukuman sementara para pelaku terus menikmati kebebasan total. Itulah yang terus ditunjukkan bagaimana orang Kristen di Mesir diperlakukan seperti kelas kedua. Kami menyerukan kepada Pemerintah Mesir untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan komunitas Kristen Mesir seperti ini dilindungi dari serangan lebih lanjut,”

Pada kesempatan tahun terakhir ini, kelompok Kristen di Mesir sering menderita akibat serangan massa. Terakhir bulan lalu, sebanyak tujuh rumah Kristen dibakar dan dijarah, sementara seorang ibu Kristen ditelanjangi dan dipermalukan oleh warga Muslim yang marah akibat anaknya diduga berselingkuh dengan seorang wanita Muslim.

Sumber : Christian Post/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami