Ini Respon 7 Pendeta Kristen Terkait Serangan di Nightclub Gay Orlando

Internasional / 14 June 2016

Kalangan Sendiri

Ini Respon 7 Pendeta Kristen Terkait Serangan di Nightclub Gay Orlando

Lori Official Writer
3937

Akhir pekan lalu, Minggu, 12 Juni 2016, seorang pria bersenjata melakukan serangan membabi buta di sebuah nightclub khusus gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Pelaku yang diidentifikasi bernama Omar Mateen itu menewaskan 49 orang dan melukai sekitar 53 orang dan peristiwa ini menjadi penembakan massal yang paling mematikan sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Peristiwa ini turut mengundang simpati dari berbagai negara atas kemalangan yang kembali dialami negara di bawah pimpinan Presiden Barrack Obama itu. Kesedihan pun tampak dirasakan beberapa pemimpin Kristen terhadap perbuatan keji tersebut. Beberapa pendeta terkemuka Kristen Amerika secara pribadi menyatakan keprihatinan mendalam mereka lewat postingan komentar di media sosial seperti disampaikan di bawah ini.

1. Rick Warren

Seperti ditulis dalam akun Twitternya @RickWarren, pendeta sekaligus penulis buku The Purpose Driven Life, Rick Warren menulis, “Hancur hati atas apa yang terjadi di Orlando. Ayo bergabung dengan saya untuk berdoa bagi keluarga dan korban tragedi. #Orlando”.

2. Carl Lentz

Pendeta senior gereja Hillsong New York City ini mengaku muak dengan penembakan brutal yang kerap terjadi di Amerika. Carl Lentz mengatakan bahwa tindakan pembunuhan itu tidak masuk akal dan membuatnya frustrasi. Atas kesedihan yang dialami negaranya itu, Lentz mengajak setiap orang untuk berdoa sepanjang hari bagi korban penembakan.

3. John Gray

Pendeta Lakewood Church, John Gray menangisi terjadinya peristiwa serangan Orlando. Dan dirinya mengaku begitu khawatir dengan kondisi yang sedang terjadi. Untuk itu, dia mengajak setiap pemimpin untuk berdiri melawan kejahatan serupa. Dia juga meminta para pemimpin negara berdoa agar tercipta kesatuan atas perbedaan ideologi politik dan identitas budaya di Amerika serta terbangunnya sebuah jembatan pemahaman yang baru.

4. Judah Smith

Pemimpin gereja The City Church, Seattle, Washington, Judah Smith juga menyampaikan keprihatinannya atas serangan yang terjadi di nightclub gay Orlando tersebut. Yehuda mengaku sedih setelah mendengar berita penembakan massal itu. Dengan hati yang pedih, Yehuda mengirimkan doa bagi seluruh keluarga dan korban luka-luka akibat serangan itu. “Hatiku hancur setelah mendengar berita tentang penembakan di Florida. Berdoa untuk keluarga dan semua yang mengalami dampak tragedi ini,” tulis Yehuda dalam akun Twitternya @judahsmith.

5. Max Lucado

Penulis dan pendeta Max Lucado menyampaikan doanya secara tulus dan sepenuh hati bagi korban serangan di Orlando. Dia juga berharap serangan serupa tak lagi terjadi.

6. Eugene Cho

Serupa halnya dengan pendeta Quest Churh, Eugene Cho yang menyampaikan duka mendalam atas serangan brutal Orlando. Dia menyampaikan bahwa ini adalah peristiwa sejarah terburuk dalam sejarah Amerika. Kendati para korban berasal dari kelompok gay yang menerapkan cara hidup yang menyimpang dari kehendak Tuhan, namun Cho menyampaikan bahwa, ‘Setiap orang diciptakan menurut gambar Allah’, dan Allah memberkati mereka.

7. Russell Moore

Presiden Komisi Etika dan Kebebasan Beragama, Russell Moore menuliskan, “Umat Kristen, saudara gay atau lesbian Anda mungkin benar-benar ketakutan sekarang. Apapun perbedaan pendapat yang ada diantara kita, mari mengasihi dan berdoa (bagi mereka)”.

Setiap pemimpin gereja ini menyampaikan rasa simpati dan duka yang begitu mendalam atas serangan tersebut. Tak satupun diantaranya yang menyampaikan tudingan kontroversial sekalipun lokasi penyerangan tersebut menimpa kelompok gay yang dipandang bertentangan dengan cara hidup umat Kristen. Sebaliknya, setiap pemimpin gereja ini melayangkan doa dan mengungkapkan kesedihannya atas pembunuhan brutal itu.

Sumber : Relevantmagazine.com/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami