Saat ini perilaku korupsi seolah menjadi budaya yang tidak bisa diputus. Tidak hanya dilakukan oleh orangtua, budaya korupsi bahkan terjadi pada anak-anak meski dalam skala kecil. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam rangka mencegah perilaku korupsi yang harus dimulai dari dalam keluarga.
Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty mengatakan, korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Karena, korupsi berakibat secara signifikan terhadap segala aspek kehidupan, khususnya aspek sosial dan ekonomi. “Korupsi telah merasuk dalam kehidupan masyarakat, sehingga menghambat terwujudnya cita-cita nasional yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” ungkapnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi, belum lama ini.
Menurut Surya Chandra, budaya korupsi bisa dicegah dari dalam keluarga. Bagaimana peran orangtua mengedukasi anak untuk tidak melakukan korupsi. “Orangtua harus bisa memberikan contoh jujur pada anak. Fungsi keluarga harus diterapkan pada anggota keluarga. Dengan demikian, akan terbentuk karakter yang berintegritas dan menjadikan keluarga berkualitas,” terangnya.
Seperti diketahui, dalam rangka mencegah korupsi, BKKBN bekerja sama dengan KPK melakukan sosialisasi tentang pentingnya mencegah korupsi mulai dari keluarga. Pencanangan antikorupsi ini untuk kali pertama dilakukan di Desa Citaman Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”