3 Alasan Mengapa Pernikahan Anda Tidak Kebal Terhadap Perselingkuhan

3 Alasan Mengapa Pernikahan Anda Tidak Kebal Terhadap Perselingkuhan

Puji Astuti Official Writer
4872

Jika Anda mencari "cara menjaga pernikahan Anda dari perselingkuhan" di internet, Anda akan menemukan banyak video di YouTube dan artikel dari terapis dan pendeta yang menjelaskan bagaimana cara membangun pernikahan dan menyelamatkan pernikahan. Merka bicara tentang membangun hubungan emosional dengan pasangan melalui makan malam yang romantis dan komunikasi yang baik. Bukankah hal itu sangat indah dan rapi? 

Namun jika Anda sudah lama mengunjungi gereja, Anda juga tahu bagaimana orang Kristen memperkuat pernikahannya : membaca buku dan mengikuti seminar. Anda sudah melakukan makan malam seminggu sekali. Berdoa bersama dan tertanam dalam kelompok kecil di gereja. Anda aman. Anda telah melakukan bagian Anda. 

Namun ada di antara orang Kristen yang telah melakukan semua itu, namun pernikahannya goyah, salah seorang dari pasangan itu berselingkuh. Sekitar 13-41 persen pernikahan mengalami permasalahan perselingkuhan ini. Jadi bisa dikatakan tidak ada pernikahan yang kebal terhadap dosa perselingkuhan ini, terlebih di jaman sosial media ini. 

Tapi artikel kali ini tidak membahas bagaimana membuat pernikahan yang kebal perselingkuhan, tapi 3 alasan mengapa pernikahan Anda tidak kebal terhadap perselingkuhan (dan apa yang Anda harus lakukan kerenanya):

Alasan 1 - Anda tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan pasangan Anda.

Anda bahkan tidak tahu apa isi hati dan pikiran pasangan Anda. Anda juga tidak bisa memanipulasi fantasinya, ketakutannya, tindakannya atau apa yang terjadi di masa lalunya. Seberapa besar pun keinginan Anda, Anda tidak bisa memaksa pasangan Anda menjadi lebih rohani. Dan Anda hanya bisa merespon dua hal terhadap kenyataan ini :

- Takut : ini adalah respon alami dan pertama kebanyakan orang. Awalnya mungkin tidak masalah, namun lama kelamaan akan mempengaruhi kehidupan Anda. Jika Anda tidak melawan rasa takut tersebut, Anda akhirnya akan mengalami masalah psikologi seperti phobia, rasa tidak aman, curiga, ingin mengendalikan, kemarahan, tidak sabar, tidak mau toleransi, menghakimi, meremehkan, rasa tidak percaya, kesombongan dan/atau manipulasi. Tidak bagus bukan dan bukan hal yang akan menyelamatkan atau menguatkan pernikahan Anda. 

- Kasih : Ini adalah pilihan yang penuh kasih karunia dan dengan tuntunan Roh Kudus. Awalnya pasti sulit, namun harus dilakukan karena hasil akhirnya sepadan. Memutuskan untuk tetap mengasihi  dan mengampuni pasangan Anda akan membangun diri Anda untuk lebih rendah hati, sabar, percaya, taat, pengampun, berpengharapan, bersukacita dan tetap menghormatinya (sekalipun dia telah melukai Anda). Dengan lain kata, Anda akan menjadi pribadi yang lebih rela berkorban melayani pasangan Anda - sesuatu yang saat ini sudah langka. Anda akan menjadi sebuah anomali. 

Kasih dan ketakutan sepertinya tidak bertolak belakang, namun sebenarnya demikian. Kasih terbukti mengalahkan ketakutan. Inilah caranya Tuhan Yesus mengalahkan kematian di kayu salib dan para martir saat berhadapan dengan eksekutor. Inilah caranya para budak mengampuni para tuannya dan bagaimana mereka mengatasi rasa kepahitan. Kasih meniadakan ketakutan. Dalam Firman Tuhan tertulis: "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." 1 Yohanes 4:18.

Satu-satunya cara mengatasi phobia Anda adalah dengan menunjukkan kasih Anda. Jika Anda ingin mengatasi masalah perselingkuhan yang terjadi dalam pernikahan, Anda harus mengasihi pasangan Anda apapun yang telah diperbuatnya, sama seperti Tuhan yang telah mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Dalam ayat di atas Yohanes mengingatkan bahwa barang siapa yang takut, dia tidak sempurna dalam kasih. Kata "sempurna" dalam ayat di atas adalah menggambarkan kedewasaan dan keutuhan, kesimpulan yang bijak agar tujuan bisa dicapai. Ini adalah mengapa pernikahan Tuhan ciptakan - sebuah tempat pendewasaan bagi Anda dan pasangan. 

Anda tidak bisa mengubah pasangan Anda atau memaksa dia untuk berubah, namun Anda bisa merubah diri Anda untuk bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Demikian Anda akan menjadi pribadi dewasa yang bisa mengasihi pasangan Anda dalam ketidak sempurnaannya. 

Alasan ke 2 - Anda tidak bisa mengulang kerusakan yang terjadi dalam hidup Anda atau pasangan Anda sebelum Anda berdua menikah. 

Seberapa besarpun keinginan Anda agar pasangan Anda dipulihkan, Anda tidak bisa mengubah apa yang telah ia alami di masa  lalunya. Banyak orang memasuki pernikahan dalam kondisi babak belur secara emosi. Mereka pernah mengalami pengkhianatan, mungkin orangtuanya, teman atau mantan pacarnya. Ia mungkin juga pernah dilukai baik secara fisik maupun secara mental dan spiritual. 

Pernikahan tidak menjanjikan bisa menghapus semua rasa sakit karena masa lalu itu. Bahkan sebaliknya, seringkali pernikahan malah memunculkan kembali rasa sakit itu. Seringkali apa yang terjadi di dalam pernikahan dilatar belakangi oleh apa yang terjadi di masa lalu seseorang. Mereka yang hidup dalam pernikahan yang dipengaruhi oleh masa lalu seperti ini menimbulkan lingkaran ketidakbahagiaan, rasa tertekan dan kemarahan, atau bisa juga sebaliknya lingkaran kasih, saling membantu dan kesabaran. 

Apapun yang Anda alami, kuncinya ada pada: mencari pertolongan. Pertolongan itu bisa berupa terapi, konseling dan saling menguatkan untuk menjaga lingkaran hal-hal positif agar terus dilakukan. Anda tidak harus memulihkan pasangan Anda, tetapi Anda dipanggil untuk mengalami pemulihan diri dan mengasihi pasangan Anda apa adanya. 

Kebenaran ini akan membebaskan Anda: "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." Galatia 5:13.

Anda bisa menghentikan kerusakan agar tidak semakin besar, namun Anda tidak bisa melakukannya bagi pasangan Anda. Sebaliknya yang bisa Anda lakukan adalah berdoa, menyemangatinya, mengampuni dan mengasihinya. 

Alasan ke 3 -  Anda tidak bisa berkompetisi dengan setiap orang di planet ini untuk mendapatkan perhatian dari pasangan Anda. 

Jika Anda saat ini telah mencapai usia setengah baya, Anda pasti sudah tahu. Bagaimana sepasang pria dan wanita bisa menikah selama 50 tahun dan masih bergandengan tangan, berciuman, dan saling melemparkan pujian (yang membuat anak-anak mereka merasa malu)? Ini bukan karena mereka menjaga tubuh mereka berotot dan kulit mereka tetap kencang. Menurut berita yang dirilis Reuters, industri kesehatan global meroket dengan nilai bisnis mencapai $3,4 triliun. Fitness, diet, dan kecantikan menjadi bisnis yang paling bertumbuh pesat. Bahkan orang-orang tua merasa harus lebih muda 10 tahun dari umurnya. Mengapa? 

Mereka mungkin ingin tetap sehat, tetapi bukan itu saja alasannya, namun karena mereka merasa takut kehilangan perhatian dari pasangannya. Rasa tidak aman dan kepercayaan diri yang rendah bisa menghancurkan pernikahan Anda. Seseorang bisa merasa tidak cukup baik bagi pasangannya, ia takut pasangannya bertemu dengan seseorang yang lebih muda, lebih cantik atau tampan, dan lebih menarik perhatian. 

Namun konsep itu salah, Petrus menasihatkan pada para istri : "hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah." (1 Petrus 1:1-4).

Dan kepada para suami: "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." (1 Petrus 3:7).

Rasa tertarik yang sejati muncul melalui rasa terhubung secara roh. Jika seseorang mencintai pasangannya karena penampilan fisik, maka perselingkuan sudah menanti di depan pintu, karena akan selalu ada seseorang yang lebih baik. 

Anda tidak bisa membuat pernikahan yang kebal perselingkuhan. Singkirkan rasa takut itu. Sebaliknya, buat diri Anda kebal dari dosa perselingkuhan itu. Caranya dengan menjaga hubungan Anda dengan Tuhan, rasa takut akan Tuhan akan menjaga Anda dari perselingkuhan. Dan jika Anda menjadi pribadi yang terbukti setia kepada pasangan, maka pasangan Anda akan memantaskan dirinya untuk diri Anda, karena dia tidak ingin kehilangan cinta pasangan hidupnya. Jadi resepnya bukan pada mengikuti seminar atau menonton video dan membaca buku, namun pada perubahan hidup Anda. Jika Anda bisa mengasihi pasangan Anda apa adanya, hidup Anda menunjukkan pribadi Kristus, maka pasangan Anda akan tertarik dengan kasih yang Anda pancarkan itu. 


Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com | Puji Astuti

Ikuti Kami