5 Tips Menguatkan Tahun Pertama Pernikahan Dari Nick Vujicic

Marriage / 23 April 2016

Kalangan Sendiri

5 Tips Menguatkan Tahun Pertama Pernikahan Dari Nick Vujicic

Puji Astuti Official Writer
10867

Memasuki kehidupan pernikahan tidaklah semudah yang dibayangkan, satu tahun pertama adalah masa untuk beradaptasi dengan pasangan dan juga mengenalnya lebih dalam. Hal ini ternyata dialami juga oleh Nick Vujicic, seorang penginjil, motivator dan penulis buku best seller. Nick yang juga direktur pelayanan bernama Life Without Limbs, membagikan bagaimana ia berhasil melewati satu tahun pertama pernikahannya dengan sang isteri, Kanae. Ada 5 hal penting yang menurut Nick akan memperkuat fondasi pernikahan:

1. Bagikan Iman Anda

Ketika saya masih remaja dan sering diganggu atau dijauhi, saya sering pulang dan membaca Alkitab. Saya menemukan pelipur lara dan bahkan pencerahan melalui Firman Tuhan tersebut. Jika Anda sudah pernah mendengar cerita saya, Anda tahu bahwa karena membaca Alkitab tersebut yang menghentikan saya berpikir untuk bunuh diri dan menempatkan saya di jalur  kehidupan yang sangat luar biasa baik yang kini saya nikmati. Alkitab, waktu itu, memberitahukan  tujuan hidup saya, sehingga Anda bisa mengerti mengapa saya sangat  menikmati membacanya.

Membacakan cerita Alkitab juga  membawa kedamaian dalam pernikahan kami dengan cara yang ajaib. Bahkan sebelum kami menikah, Kanae dan saya membaca Firman dan berdoa bersama, dan itu mengagumkan. Kami bahkan akan membaca kitab suci melalui telepon dan kemudian berbicara tentang tersebut dan apa yang dimaksudkan untuk kita. Setelah kami menikah, kami bawa oleh arus kehidupan dan tuntutan pekerjaan dan juga jadwal, tapi kemudian kami menyadari bahwa kami perlu menyediakan waktu untuk membaca Alkitab bersama-sama lebih dari sebelumnya. Kami seperti orang kelaparan akan santapan rohani. Hal tersebut membantu kami memulai hari dengan hati bersyukur, karena kami diingatkan bahwa kami tidak memiliki apa-apa tanpa Dia.

2. Mempraktekan Ucapan Syukur

Menikah adalah bagian yang mudah. Tetap utuh dari waktu ke waktu, menjalani kehidupan sehari-harilah  yang sulit. Sebelum mengambil keputusan, besar atau kecil, Anda harus mempertimbangkan masukan dari dan dampaknya pada orang lain. Kanae telah  dan harus berurusan dengan banyak kelemahan saya. kami berdua melewati musimpendewasaan dan pengenalan diri. Semakin saya bertumbuh dewasa, saya menyadari kebutuhan untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya lebih sering. Salah satu realisasi saya adalah bahwa saya tidak pernah belajar untuk mengatakan tolong dan terima kasih sebagai seorang anak. Sebagai anak cacat, saya menjadi sedikit terlalu nyaman dengan orang lain melakukan sesuatu untuk saya. Mungkin saya pikir dunia berutang apa pun yang saya inginkan karena saya telah lahir tanpa lengan dan kaki. Saya cenderung untuk meminta sesuatu dengan sikap yang terus terang : "Beri saya segelas air." Saya menyadari bahwa sopan santun saya kurang ketika saya mengunjungi keluarga Daniel, anak yang lahir tanpa lengan dan kaki yang saya mentoring. Orang tua Daniel ini telah bekerja dengan dia untuk mengajarkannya  mengatakan tolong dan terima kasih. Saya terkesan dengan itu. Sekarang saya jauh lebih sadar berterima kasih kepada orang lain dan mengekspresikan rasa syukur, terutama untuk orang-orang terdekat saya, karena saya tidak pernah ingin meremehkan mereka maupun cinta yang  mereka berikan.

3. Ambil Pendekatan Tim

Pernikahan dan keluarga seperti sebuah  tim olahraga. Anda membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup dan untuk menjaga cinta tetap hidup. Anggota tim merawat satu sama lain dan melihat keluar untuk kesejahteraan semua orang yang terlibat. Mereka juga membagi tanggung jawab sesuai dengan keahlian dan kemampuan. Setiap orang membuat kontribusi dan semua orang menempatkan kebutuhan tim diatas kebutuhan mereka sendiri. Seperti banyak pria,  menikah  mengajarkan saya banyak hal tentang berada di tim dan menerima bahwa cara terbaik untukmenyelesaikan sesuatu  adalah dengan menggunakan pendekatan "Kita lakukan semua ini bersama-sama."

4. Komunikasikan Agar Terhubung

Ada saat-saat ketika saya baru saja melemparkan keluar undangan untuk seseorang dan kemudian saya akan ingat untuk memberitahu Kanae, biasanya pada menit terakhir. Ketika aku mengundang orang ke rumah kami tanpa memberitahu istri saya, saya tidak hanya memotong keluar dari jalur komunikasi, saya memaksa dia untuk kalang kabut. Saya menjadi pribadi yang tidak pengertian. Saya  tidak bisa menyalahkan dia ketika dia mengatakan bahwa saya memperlakukan dia lebih seperti seorang karyawan daripada seseorang yang saya cintai dan hormati. Saya tidak berpikir tentang kerja ekstra yang harus ia lakukan, dan saya tidak berempati kepadanya.

Saya adalah seorang pembicara profesional. Saya berkomunikasi untuk hidup. Tapi saya tidak berkomunikasi dengan baik dengan istri saya ketika bicara tentang sosialisasi spontan saya. Istri saya juga harus mengingatkan saya dari waktu ke waktu bahwa sementara saya seorang pembicara ulung, keterampilan mendengarkan saya masih membutuhkan beberapa perbaikan. Konselor pranikah kami pernah mengingatkan tentang hal ini, ia mengatakan kepada kami bahwa pasangan harus berpikir lebih kepada keterhubungan bahkan lebih dari berkomunikasi.

5. Selesaikan Masalah dan Kesalahpahaman Saat Itu Juga

Lidah Anda dapat menyebabkan kerusakan atau dapat menyembuhkan. Itu adalah pilihan kita semua. Saya yakin saya bukan suami pertama dan ayah baru yang ingin ia memiliki tombol "Undo" untuk hal-hal  yang telah ia katakan kepada istrinya atau anak-anak. Sayangnya, Anda tidak bisa menghapus apa yang telah dikatakan, tetapi Anda dapat meminta maaf dan membereskan masalah Anda daripada membiarkan hal tersebut mengganggu. Alih-alih menyerang balik atau membalas dendam untuk hal yang seperti itu, saya sarankan untuk menolak keinginan yang muncul untuk menjauhkan diri dari pasangan Anda dan sebaliknya datanglah mendekat dengan menggunakan kata-kata dan sentuhan yang menghibur dan penyembuhan. Isu-isu tidak terselesaikan akan cenderung muncul lagi, dan hal itu seperti sebuah guratan pada sebatang kayu: setiap kali Anda menyerangnya, guratannya menjadi lebih dalam dan menjadi lebih sulit untuk memperbaiki.

Mengikuti anjuran Alkitab untuk tidak pernah pergi tidur dalam keadaan marah memberikan keajaiban bagi waktu istirahat kami, belum lagi keintiman kami. Sangat tidak menyenangkan berbaring di tempat tidur ketika salah satu dari Anda dalam keadaan marah dan emosi meluap. Anda tidak perlu datang untuk membuat kesepakatan. Anda bahkan dapat setuju untuk tidak setuju-atau membicarakannya besok- selama Anda melakukan yang terbaik untuk memahami sisi pasangan padangan Anda tentang masalah tersebut.

Sebenarnya, salah satu hal yang paling menguatkan  yang saya pelajari dan lakukan adalah menyerahkan keinginan untuk menjadi yang benar. Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi pada akhir hari, saya lebih suka harus meringkuk dalam pelukan dari pada menjadi yang benar.

Tips di atas sangat inspiratif dan menguatkan bukan? Menjalani pernikahan adalah menyelaraskan gerak dan langkah bersama pasangan Anda, jadi saran-saran yang diberikan oleh Nick di atas jika dipraktekkan pasti akan semakin memperkuat hubungan dengan pasangan, berapa lamapun Anda telah menikah. 

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami