Ini Peringatan Paus Fransiskus Mengenai Bentuk Penganiayaan ‘Halus’

Internasional / 14 April 2016

Kalangan Sendiri

Ini Peringatan Paus Fransiskus Mengenai Bentuk Penganiayaan ‘Halus’

Mega Permata Official Writer
5241

Paus Fransiskus telah memperingatkan bahwa sebagai orang Kristen yang menghadapi penganiayaan halus di negara-negara dimana mereka adalah kaum minoritas, dan yang lain menghadapi apa yg disebutnya dengan penganiayaan sopan yang menyamar sebagai moderenitas, kemajuan dan budaya, dimana orang-orang melihat hak-hak mereka diambil untuk menuai protes.

Pemimpin gereja Katolik Roma mengatakan selama misa pada hari Selasa lalu bahwa apa yang disebut penganiayaan yang mengatasnamakan Kristus tetapi karena ingin memilih dan memanifestasikan nilai-nilai anak Allah. “Kita melihat setiap hari bahwa hukum yang kuat memaksa mereka untuk pergi menjalani, dan bangsa yang tidak modern, berbudaya hukum, atau setidaknya tidak memiliki hukum mereka, dituduh dan halus dianiaya,” tambahnya menurut Catholic News Service.

Paus juga berbicara tentang setiap hari pria dan perempuan yang menjadi yang menjadi martir demi iman, seperti para pria dan perempuan dan anak-anak yang merayakan Minggu Paskah di Pakistan kemarin, tewas dalam serangan bom untuk mempraktekkan iman mereka. Dia lebih lanjut mencatat bahwa penganiayaan halus tersebut mengambil kebebasan mereka serta hak mereka.

Pemimpin Vatikan tersebut menambahkan, “Yesus telah menamakan penganiayaan halus ini dengan Penguasa dunia. Dan, ketika keinginan kuat tersebut memaksa melakukan, melawan huk martabat anak Allah, mereka pun menganiaya dan termasuk melawan Allah Sang Pencipta Mereka. Ini adalah sebuah kemurtadan besar.”

Sementara Paus tidak hanya membahas satu isu tersebut dalam sambutannya, beliau juga membahas untuk hak protes pada sejumlah kesempatan. Kembali saat bulan September lalu, beliau mengatakan, “Protes keras adalah tepat, itu merupakan  persoalan hak asasi manusia,” ketika ditanya oleh wartawan mengenai kasus petugas Kentucky Clerk Kim Davis yang menghabiskan beberapa hari di rumah tahan karena penolakan surat nikah untuk pasangan gay. Beliau pun kemudian mengunjungi dan berdoa bersama Davis, meskipun Vatikan mengatakan ia tetap tidak sadar mengenai kasusnya ini.

Pada Bulan yang sama, Paus juga mengunjungi organisasi miskin bernama The Little Sisters di Washington DC, beliau menawarkan dukungan kepada sekelompok biarawati yang menantang mandat penggunaan kontrasepsi oleh Presiden Barack Obama dalam Undang-undang Perawatan tersebut. Karena hal itu bertentang iman Katolik mereka. 

Sumber : Christian Post/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami