9 Perilaku Buruk yang Pantang Dilakukan Pria Menikah

9 Perilaku Buruk yang Pantang Dilakukan Pria Menikah

Lori Official Writer
8722

Banyak pria yang sudah menikah seolah tidak menyadari atau malah abai dengan kehidupan pernikahannya dengan tetap melakukan kebiasaan yang tidak disukai pasangannya. Jelas ada banyak perilaku buruk yang dilakukan pria yang sudah menikah dan tanpa sadar menghancurkan pernikahannya secara perlahan-lahan.

Terdapat beberapa perilaku buruk, bukan sekadar perilaku, yang paling umum dilakukan pria yang sudah menikah. Untuk mengoreksi posisi Anda, beberapa daftar ini bisa Anda renungkan dan telaah kembali.

1. Menghabiskan lebih banyak waktu membahas dan menonton pertandingan sepakbola daripada menyisihkan waktu berbicara dari hati ke hati dengan istri dan anak-anak

Laki-laki dan sepakbola adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hampir sebagian besar pria gemar dengan olahraga yang satu ini. Mulai dari menjadi penggemar biasa-biasa saja hingga menjadi penggemar fanatik. Untuk hobi yang satu ini, laki-laki rela menghabiskan separuh waktu dan bahkan uangnya demi memuaskan hobinya pribadi. Tidak apa-apa jika hanya sekadar menjadi penggemar, tetapi jangan menomorsatukan sepakbola melebihi orang-orang yang Anda cintai.

2. Menonton film porno

Keseringan menonton film porno berdampak buruk bagi kehidupan pernikahan Anda! Karena seseorang yang secara rutin menyaksikan hal-hal semacam itu hanya akan meningkatkan risiko perselingkuhan dan merusak keintiman sesungguhnya dengan pasangan. Ini juga disebut semacam perselingkuhan virtual. Pernikahan memerlukan hubungan monogami. Alih-alih hidup dalam fantasi pornografi, berusahalah membangun keintiman seksual yang lebih kuat dalam pernikahan Anda.

3. Menghindari percakapan saat istri sedang berbicara

Pria dan wanita memproses komunikasi dengan cara yang berbeda, tetapi kedua belah pihak perlu melakukan upaya sadar untuk menjalin hubungan satu sama lain. Para pria biasanya akan cenderung ‘keluar dari zona’ percakapan, sementara para istri ingin sekali didengarkan. Jadi, jangan mencoba menghindar saat istri mulai mengungkapkan isi hatinya, sebaliknya hadirlah sebagai pendengar setia. Ingatlah kebutuhan seorang istri untuk didengar sepadan dengan kebutuhan para pria akan seks.

4. Marah kepada anak-anak karena kesalahan yang juga Anda lakukan

Para suami bisa dengan mudahnya menggunakan otoritas sebagai kepala keluarga dan memaksa istri ataupun anak untuk memiliki mental ‘lakukan seperti apa yang kulakukan’. Dan banyak ayah yang tidak sadar bahwa anak-anak membutuhkan contoh dari orangtuanya. Anda tidak bisa memberitahu mereka agar jangan berkata kasar ketika ayahnya melakukan hal tersebut. Anda tidak bisa memberitahukan mereka untuk mengendalikan emosi ketika kita malah kerap melampiaskan amarah dengan cara yang tidak benar.

5. Melirik wanita lain

Hal yang satu ini mirip dengan poin 2, tetapi ada sedikit perbedaan di sini. Ketika Anda berani melirik wanita lain saat berada bersama dengan istri Anda, itu artinya Anda tidak menghargai keberadaan istri Anda. Waspadailah panca indera Anda! Jangan mencoba mengayunkan kepala Anda ke arah wanita yang kebetulan lewat dengan pakaian ketat atau parasnya yang cantik. Hargailah istri Anda dengan tidak tergoda akan pemandangan di sekitar!

6. Melepaskan cincin kawin

Poin yang satu ini akan terdengar kontroversial. Sebab wanita akan terlebih dahulu melirik kea rah jemari Anda saat akan berkenalan. Jika terdapat cincin di jemari manis Anda itu pertanda Anda sudah menutup kesempatan bagi wanita lain. Sebaliknya, jika jemari Anda tampak belum mengenakan cincin, wanita akan berpikir Anda masih lajang. Jadi, pakailah cincin kawin Anda jika benar-benar menunjukkan bahwa Anda sudah memilih seorang wanita yang Anda cintai.

7. Lebih memilih mengejar karir dan hobi dan mengabaikan kebutuhan istri akan kehadiran Anda

Banyak sekali orang yang kemudian menyesal karena sudah menyia-nyiakan waktu terbaik selama hidupnya hanya untuk mengejar karir atau kesenangan lain daripada hadir menemani pasangan dalam setiap kesempatan yang ada. Bila Anda tak ingin menyesal, jangan sia-siakan waktu ini untuk selalu dekat dengan orang-orang yang Anda kasihi.

8. Terus asyik bermain dengan ponsel daripada bertatapan mata dengan keluarga

Kesibukan perbincangan dengan rekan kerja atau teman-teman di group pesan singkat ponsel akhirnya menyita waktu Anda hanya sekadar duduk bersama keluarga dan berbincang tentang banyak hal. Kondisi inilah yang banyak sekali merusak keharmonisan keluarga. Anda perlu membuat batasan yang jelas jika sedang menggunakan ponsel ketika berada di rumah.

9. Mengabaikan pekerjaan rumah yang bersifat berat dan meminta istri mengambil alih

Data menunjukkan bahwa masih banyak suami yang dengan teganya melimpahkan pekerjaan rumah yang bersifat ‘berat’ kepada istri. Tak peduli apakah keduanya bekerja paruh waktu, suami tetap saja mencari-cari alasan untuk menghindar dari pekerjaan rumah yang harusnya dia lakukan.

Dari poin-poin di atas, perilaku yang manakah yang masih Anda lakukan? Jika Anda ternyata masih melakoni beberapa hal di atas, mulailah menyelesaikannya. Marilah untuk terdorong menunjukkan kasih, kehadiran dan keberadaan Anda untuk keluarga sesuai dengan kemampuan Anda. Pastikan tindakan dan perkataan Anda selaras.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Patheos.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami