Semakin Dibabat, Semakin Merambat! Inilah Jumlah Orang Kristen di Iran

Semakin Dibabat, Semakin Merambat! Inilah Jumlah Orang Kristen di Iran

daniel.tanamal Official Writer
7675

Semakin dibabat, semakin merambat. Pernyataan tersebut agaknya sangat tepat untuk menggambarkan pertumbuhan umat Kristen di Iran yang melonjak naik, bahkan disaat diskriminasi dan penganiayaan besar bertambah besar di Negeri Para Mullah tersebut.

Menurut Pars Teological Center sebuah badan pelatihan teologi Kristen yang berbasis di London Inggris, saat ini jumlah warga Iran yang baru memeluk Kristen dan berjemaat didalam kegerakan gereja-gereja rumah, mencapai satu juta orang. Selain itu ada 200 orang Kristen Iran yang saat ini sudah menjadi generasi penerus pemimpin gereja Iran. (Baca Juga: Banyak Tahanan Kristen di Iran Pindah Agama Karena Siksaan)

Penganiayaan umat Kristen telah berlangsung di Iran sejak tahun 1979 dimana pemerintah teokrasi Muslim Syiah sedang berkembang. Saat itu umat Kristen menghadapi ancaman kematian dan diskriminasi. Sampai saat ini juga ada sebanyak 100 orang Kristen yang masuk penjara karena iman percayanya dibawah pemerintahan Presiden Hassan Rouhani. Salah satu yang banyak diperbincangkan tentunya adalah pemenjaraan terhadap Pendeta Saeed Abedini yang mengundang simpati dunia internasional, hingga Saeed dibebaskan awal 2016 ini dengan perjanjian tukar tawanan dengan pemerintah Amerika Serikat.

Sebuah sumber yang dirilis Christian Post menyebutkan bahwa meskipun tingkat diskriminasi tidak berakhir dan cenderung semakin keras, namun gerakan gereja-gereja rumah nampaknya berkembang menjadi sangat pesat. “Ini bukanlah gerakan anti Iran. Ini justru sebuah gerakan dari warga Iran sendiri. Ini adalah sebuah kegerakan yang besar. Kegerakan besar dimana setiap orang berpaling kepada Kristus,” kata sumber tersebut. (Baca Juga: Pastor Saeed Abedini Akan Dibebaskan Jika Sangkal Iman Kristen)

Pemerintah Iran sendiri sampai dengan detik ini masih menyamakan setiap aktivitas keagamaan di luar keyakinan negara sebagai aksi yang mengancam keamanan nasional. Ancaman yang dikeluarkan sangat mengerikan bagi setiap orang Kristen yang ketahuan beribadah dalam gereja-gereja rumah. Sampai-sampai disebutkan bahwa “Jika mereka ingin menyanyi, mereka harus menyanyi dengan sangat tenang, atau lebih baik tidak menyanyi sama sekali.”



Sumber : Foxnews

Ikuti Kami