Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
2380


Seorang misionaris asal Australia yang diculik oleh kelompok ekstrimis di utara Burkina Faso pada bulan lalu akhirnya dibebaskan pada akhir pekan kemarin. Walau demikian, suami wanita misionaris tersebut tetap ditahan sekalipun pihak berwajib berupaya agar ia juga dilepaskan.

Jocelyn Elliott (76 tahun) dan suaminya, ahli bedah Ken Elliot (81 tahun) diculik yang diikuti dengan serangan teror di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou yang menewaskan 30 orang pada bulan Januari 2016 lalu. Tindakan kejam tersebut dilakukan oleh kelompok ekstrimis yang mengaku sebagai bagian dari Al-Qaeda di Afrika Utara. Pelepasan  Jocelyn tersebut menurut kelompok ekstrimis dalam sebuah rekaman suara bertujuan agar "tidak membuat wanita terlibat dalam perang."

Jocelyn dilepaskan di negara tetangga Nigeria, diamana ia muncul bersama Presiden Mahamadou Isoufou di kota Dosso, sekitar 90 mil tenggara ibukota Niamey.  Pembebasan misionaris ini merupakan hasil kerjasama antara intelijen Burkina Faso dan Nigeria, demikian pernyataan juru bicara presiden Nigeria, Abdourahmane Alilou.

"Kami percaya bahwa moral dan prinsip yang membimbing pembebasan Ibu kita ini (Jocelyn) juga akan diaplikasikan kepada bapak kami (Ken Elliott) yang telah tua yang melayani komunitas Djibo dan Sahel lebih dari setengah usia mereka," demikian pernyataan Alilou.

Pasangan Elliotts berusia sekitar 80an tahun yang berasal dari Perth namun telah lama tinggal di kota Djibo dan membuka klinik medis selama lebih dari empat dekade. Seorang juru bicara yang tidak disebutkan namanya menjelaskan bahwa keluarga Elliott ini memberikan hidup mereka untuk membantu banyak orang di negara-negara Barat Afrika.
Saat ini Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull masih terus menjalankan kerjasama dengan negara-negara terkait untuk membebaskan Ken Elliott.

"Kami sedang menangani situasi diplomatik yang sulit dan pemerintah Burkina Faso bekerja dengan sangat baik menangani hal ini dan kami akan terus berhubungan dengan mereka," demikian pernyataan Malcolm Turnbull yang dikutip oleh Australian Broadcasting Corporation.

Walau mengalami penculikan, Jocelyn menyatakan bahwa bila ia sudah bersatu kembali dengan suaminya Ken, mereka akan kembali ke kota Djibo dan meneruskan pelayanan mereka disana.

Sumber : CBN.com | Jawaban.com | Puji Astuti

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3