Teroris Boko Haram Sebabkan Sejuta Anak Putus Sekolah di Nigeria

Teroris Boko Haram Sebabkan Sejuta Anak Putus Sekolah di Nigeria

daniel.tanamal Official Writer
2569
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style> Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah anak-anak atau UNICEF menyatakan bahwa sepak terjang gerombolan teroris Boko Haram menyebabkan lebih dari satu juta anak putus sekolah di Nigeria.

Dalam laporan tersebut, Selasa (22/12), mereka menyoroti kekhawatiran atas kurangnya pendidikan yang akan memicu radikalisme berkelanjutan di dalam dan sekitar Nigeria. Menurut UNICEF, lebih dari 2.000 sekolah ditutup di Nigeria, Kamerun, Chad dan Niger. Sementara itu, ratusan sekolah lainnya telah diserang, dijarah, atau dibakar oleh para anggota jihad Boko Haram sebagai upaya mereka untuk menciptakan sebuah negara Islam independen.

Bahkan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari sudah memberikan tenggat waktu kepada para komandan militernya hingga akhir bulan untuk mengakhiri pemberontakan Boko Haram. Kendati kemenangan dapat diraih, namun para analis mengatakan bahwa pemerintahannya pasti harus bersaing dengan gejolak sosial yang datang dari generasi anak-anak yang tidak bersekolah. “Semakin lama mereka putus sekolah maka semakin besar risiko mereka akan dianiaya, diculik, dan direkrut oleh kelompok-kelompok bersenjata,” ujar Manuel Fontaine, direktur UNICEF regional Afrika Barat dan Tengah.

Namun menurut Yan St-Pierre, analis Modern Security Consulting Group, pemberantasan Boko Haram tidak akan memecahkan masalah pendidikan di wilayah itu. Karena sebenarnya masalah menyekolahkan anak-anak secara teratur sudah terjadi dan kondisinya semakin buruk setelah Boko Haram muncul. “Di daerah yang dikatakan bebas itu, sudah sulit untuk memulihkan fungsi infrastruktur. Itu sebabnya kita bicara tentang masalah generasi saat ini, masalah struktural, hingga masalah keuangan yang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaikinya,” pungkasnya.

Pada saat militer Nigeria menang di wilayah timur laut negara, beberapa sekolah sudah bisa dibuka kembali. Namun menurut UNICEF, kebanyakan sekolah penuh sesak dan kurang pasokan yang diperlukan bagi anak-anak untuk belajar. Sedangkan di daerah-daerah lain, menurut para pejabat Nigeria, masih belum aman untuk melanjutkan pelajaran di kelas. Selain itu, Boko Haram kembali mengancam untuk meningkatkan penculikan massal siswa, pada Desember.

Sebelumnya pada 14 April 2014, para pejuang Boko Haram melancarkan serangan ke sebuah sekolah yang terletak di kota terpencil Chibok, bagian timur laut Nigeria. Mereka menculik 276 anak perempuan yang sedang mempersiapkan ujian akhir tahun dalam peristiwa penculikan yang mengejutkan dunia.




Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami