Resolusi 2016: Melanjutkan Resolusi 2015 yang Belum Tercapai?

Single / 7 January 2016

Resolusi 2016: Melanjutkan Resolusi 2015 yang Belum Tercapai?

Theresia Karo Karo Official Writer
5340

Resolusi 2016: melanjutkan resolusi 2015 yang belum tercapai, yang  dibuat tahun 2014, dan direncanakan sejak tahun 2013, serta dicita-citakan sejak 2012.” Tulisan ini sekilas 'menggelitik' kita, namun bila direnungkan lagi ternyata ada benarnya.

Sebagian orang mungkin kesulitan dalam merealisasikan resolusi tahun baru. Alasannya bisa beragam, mulai dari minimnya motivasi, kurang serius, bahkan kerap mengumbar resolusi kepada banyak orang. Untuk alasan terakhir, hal ini telah dibuktikan oleh sebuah riset yang berlangsung selama lebih dari 80 tahun.

Percaya atau tidak, membeberkan resolusi kepada orang banyak ternyata membuat kita semakin sulit mewujudkan resolusi. Dalam laporannya, The Science of Us mencontohkan satu contoh kasus dalam laporan mengenai dampak buruk dari mengumbar resolusi kepada orang sekitar.

“Seseorang ingin ikut lari maraton tahun 2016. Kemudian, dia mulai memberi tahu semua orang dengan cara mengunggah foto sepatu lari terbarunya di Instagram, menulis status Twitter tentang keinginannya, dan rencana latihan. Dari sana dia akan merasa seperti orang yang telah lari maraton karena berbagai respon yang didapat dari media sosial, padahal sebenarnya ia sama sekali belum melakukan usaha apapun,” tulis hasil penelitian.

Kondisi ini disebut juga sebagai realitas sosial. Saat orang lain berpikir bahwa itu benar, maka individu yang bersangkutan juga akan meyakini hal tersebut sebagai hal yang benar. Misalnya, saat orang lain memuji kita atas resolusi tahun baru yang diumumkan, sadar atau tidak hal ini akan membuat kita merasa bangga dan merasa bahwa kita telah mencapainya, padahal kita belum melakukannya. Inilah yang nantinya bisa menurunkan kadar motivasi kita.

Untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya kita memisahkan resolusi tahun baru umum dan khusus. Maksudnya adalah, bedakan resolusi mana yang menurut Anda membutuhkan dukungan dari orang banyak dan yang memang disimpan khusus untuk diri sendiri.

Selain itu, jangan lupa beri hadiah untuk diri sendiri, saat rencana dan target Anda tercapai. Hal ini semakin memacu kita untuk menyelesaikan semua resolusi tahun 2016.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Kompas/Jawaban.com | Theresia Karo Karo
Halaman :
1

Ikuti Kami